Polisi Akan Mediasi Para Pihak di Kasus Bocah Dianiaya Bocah di Tangsel

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 13:10 WIB
Poster
Ilustrasi kekerasan anak (Edi Wahyono/detikcom)
Tangerang Selatan -

Pihak keluarga bocah yang dianiaya bocah hingga nyaris lumpuh di Tangerang Selatan belum membuat laporan polisi. Polisi mengupayakan proses mediasi dalam penyelesaian kasus tersebut.

"Belum bikin laporan. Kita sudah ke sana, ibunya belum mau bikin laporan. Mungkin kita upayakan mediasi dan sebagainya," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Angga Surya saat dihubungi detikcom, Kamis (8/4/2021).

Angga menuturkan pihaknya dijadwalkan akan bertemu dengan pihak keluarga korban di rumah sakit. Pertemuan direncanakan berlangsung hari ini.

"Kita ada jadwal ketemu dengan orang tuanya hari ini di rumah sakit," tuturnya.

Sebelumnya, sebuah unggahan di media sosial yang memuat informasi adanya pemukulan yang menimpa bocah 12 tahun beredar viral. Dalam unggahan yang viral itu disebutkan, imbas pemukulan tersebut, korban menjalani perawatan di RSUD Pamulang.

Unggahan viral itu pun memuat video kondisi korban. Terlihat korban tengah terbaring lemas dengan dua mata bengkak. Selain itu, dijelaskan bahwa urat-urat anak tersebut putus dan terancam tak bisa berjalan lagi.

Dari unggahan itu, dijelaskan bahwa korban dipukul oleh anak lainnya. Pada 14 Maret 2021, ibu korban terlibat perselisihan dengan keluarga pelaku setelah tidak terima anaknya menjadi korban pemukulan.

"Keluarga korban sudah nyoba minta pertanggungjawaban ke keluarga pelaku, cuma malah mau dilaporin atas pencemaran nama baik. Sebelumnya, keluarga korban ini juga takut buat viralin-nya. Katanya, keluarga pelaku nggak sebanding sama keluarga korban ini," demikian keterangan unggahan tersebut.

Dalam tangkapan layar video yang diunggah juga tertulis mengenai kondisi korban dan kronologi peristiwa itu. "Adiknya temenku dipukulin anak orang sampai urat-uratnya putus. Ada kemungkinan nggak bisa jalan lagi. Orang tua dari anak yang mukulin nggak mau tanggung jawab malah marah balik," demikian keterangan dalam tangkapan layar video itu.

Tonton juga Video: Alasan Pria di Bogor Aniaya Anaknya Pakai Kunci Inggris-Martil

[Gambas:Video 20detik]

(mea/mea)