Crazy Rich Samin Tan Ditangkap KPK, Harun Masiku Kapan?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 09:54 WIB
DPO Harun Masiku.
Harun Masiku (Foto: dok situs resmi KPK)
Jakarta -

Satu per satu tersangka yang selama ini jadi buron dijerat KPK. Namun ada satu nama tersohor yang selama ini tak juga dalam genggaman penyidik antikorupsi itu. Siapa dia?

Sebelumnya, pada 5 April 2021, tim KPK telah menangkap salah satu buron yang cukup lama menghilang, yaitu Samin Tan. Dia ditangkap tanpa perlawanan di bilangan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Samin Tan selaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal merupakan tersangka kasus dugaan suap karena diduga memberi suap Rp 5 miliar kepada Eni Saragih. Samin diduga memberi suap kepada Eni agar membantu anak perusahaan miliknya, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), yang sedang bermasalah. KPK mengatakan permasalahan itu terkait perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi III di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

KPK menduga saat itu Eni sebagai anggota DPR di Komisi Energi menyanggupi permintaan bantuan Samin Tan. Eni diduga berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum RDP dengan Kementerian ESDM, di mana posisi Eni adalah sebagai anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR.

Namun KPK masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar buronan lainnya. Siapa saja?

1. Harun Masiku
Tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara.

2. Kirana Kotama
Tindak pidana korupsi memberi hadiah atau janji terkait penunjukan Ashanti Sales Inc sebagai agen eksklusif PT PAL Indonesia (Persero) dalam pengadaan kapal SSV untuk pemerintah Filipina pada 2014-2017 kepada Arif Cahyana selaku Kadiv Perbendaharaan PT PAL Indonesia (Persero) bersama-sama dengan M Firmansyah Arifin, selaku Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) dan Saiful Anwar, selaku Direktur Desain dan Teknologi merangkap Direktur Keuangan PT PAL Indonesia (Persero).

3. Izil Azhar
Perkara bersama-sama Irwandi Yusuf selaku Gubernur Provinsi Aceh periode 2007-2012, yaitu menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

4. Surya Darmadi
Perkara setiap orang yang secara bersama-sama atau membantu memberi atau menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara dengan maksud supaya penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan tahun 2014, yang diduga dilakukan oleh Surya Darmadi (owner PT Darmex/PT Duta Palma Group) dkk.

Sebenarnya ada dua nama lainnya, yaitu Sjamsul Nursalim dan Itjih Sjamsul Nursalim, dalam kasus BLBI yang juga buron. Namun, pada 1 April 2021, KPK mengumumkan penghentian perkara kasus itu sehingga luruh pula status buron atas keduanya.

Mengenai urusan buron ini, Deputi Penindakan KPK Karyoto memberikan penegasan untuk terus memburunya. Dalam konferensi pers di KPK pada 6 April 2021, Karyoto menekankan dalam waktu singkat para buron itu akan dijerat.

"Kemudian yang menyangkut DPO lainnya, saya pernah menyampaikan kepada rekan-rekan bahwa kami telah membentuk tim pencarian DPO dan itu kita lepaskan dari tugas sehari-hari, ya saya tidak akan cerita keberadaan DPO lainnya," kata Karyoto.

"Ya tapi mudah-mudahan ini adalah salah satu kerja dari tim itu. Kemudian mudah-mudahan dalam waktu singkat yang akan datang juga masih bisa kita mencari DPO-DPO lain," sambungnya.

Karyoto mengatakan, jika keberadaan DPO dibeberkan ke publik, itu malah mempersulit pengejaran. Dengan begitu, dia berharap para DPO itu sedang tidur nyenyak tanpa mengetahui progres pengejaran KPK.

"Saya tidak, kan ceritanya dia (DPO) kalau misalnya ada ini, ada ini nanti apa ya, mudah-mudahan dia tidur nyenyak, nggak dengar kita. Nanti pas kita datang, ada terus kita tangkap," ujar Karyoto.

Simak Video: Usai Buron 2 Tahun, Samin Tan Kini Ditahan KPK

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/dnu)