Kapolda NTT Ngojek 30 Km Pantau Warga-Antar Bantuan ke Desa Nelalemadike

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 23:59 WIB
Kapolda NTT, Irjen Lotharia Latif menyewa motor tukang ojek di Flores Timur untuk mengantarkan bantuan ke Desa Nelalemadike, Flores Timur (Flotim). Desa itu disebut paling terdampak banjir bandang.
Kapolda NTT sewa motor pengendara ojek untuk pantau warga Desa Nelalemadike. (dok. Polda NTB)
Kupang -

Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif menyewa motor tukang ojek untuk mengantarkan bantuan ke Desa Nelalemadike. Desa itu disebut paling terdampak banjir bandang.

"Akses jalan di wilayah Kecamatan Adonara Timur dan Ile Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, lumpuh total. Sejumlah ruas jalan putus, terutama di sekitar Kelurahan Waiwerang, Desa Nelalemadike dan Desa Lamalaka tergerus banjir." kata Latif dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4/2021).

Latif mengatakan jembatan penghubung antarwilayah putus akibat terjangan banjir bandang. Saat ini warga dibantu aparat TNI-Polri membangun jembatan darurat. Namun jembatan darurat itu hanya dapat dilewati pejalan kaki.

"Akses jalan juga sulit dilalui kendaraan roda empat, akhirnya mencari cara agar bisa sampai di lokasi Desa Nelalemadike, karena di sana terdampak paling parah. Saya sewa motor milik warga yang sehari-hari narik ojek supaya bisa memantau kondisi warga dan mengantar bantuan," jelas Latif.

Latif menuturkan jalan menuju Desa Nelalemadike berlumpur akibat sisa banjir bandang dan tanah longsor. Dia pun memboncengkan ajudannya sejauh 30 kilometer untuk mencapai Desa Nelalemadike.

"Bawa bantuan bahan makanan, alas tidur, terpal, obat-obatan, masker, hand sanitizer, vitamin dan perlengkapan tidur. Ajudan saya bonceng," jelas Latif.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto, Kapolres Flores Timur AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, serta Dandim 1624/Flores Timur Letkol Imanda juga mengendarai sepeda motor sewaan masing-masing.

"Ini kawasan paling parah. Desanya luluh lantak karena terjangan banjir bandang. Saya menemui Kepala Desa Nelalemadike dan meninjau rumah-rumah warga yang sudah rata dengan tanah," terang Latif.

"Bersyukur dapur umum dan posko kesehatan sudah berdiri, ada relawan, petugas kesehatan dan tim dari Basarnas. Saya minta segera relokasi warga di lokasi bencana karena lokasi saat ini sudah tidak memungkinkan untuk ditempati," sambung dia.

Di Desa Nelalemadike, Latif juga mengaku segera berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengadakan tambahan alat berat agar jalan dan jembatan kembali dibangun. "Saat ini di lokasi bencana baru ada satu ekskavator yang membantu memindahkan material batuan, lumpur dan pasir yang menimbun permukiman warga," kata dia.

Lihat Video: Risma Beberkan Kondisi Wilayah yang Masih Terdampak Banjir di NTT

[Gambas:Video 20detik]



(aud/jbr)