Kapolri Kirim Bantuan dan Tim Khusus untuk Cari Korban Bencana di NTT

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 20:39 WIB
Polri Kirim Bantuan Obat Hingga Bahan Makanan Bagi Korban Bencana Alam di NTT
Foto: Polri Kirim Bantuan Obat Hingga Bahan Makanan Bagi Korban Bencana Alam di NTT (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Polri mengirimkan sejumlah bantuan seperti obat-obatan hingga bahan makanan bagi para korban bencana banjir bandang hingga tanah longsor di NTT. Tak hanya itu, Polri juga mengerahkan tim khusus yang dibekali K9 atau anjing pelacak ke lokasi kejadian untuk mencari korban-korban bencana alam di NTT.

Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto memimpin upacara pelepasan Satgas Bantuan Bencana Alam NTT pada Rabu (7/4/2021), di Mako Ditpoludara, Pondok Cabe. Satgas bantuan itu nantinya akan membawa sejumlah bantuan ke lokasi kejadian di NTT.

"Saya tugaskan Kakorpolairud untuk memimpin perjalanan ini (terbang membawa obat-obatan). Tetap utamakan keselamatan personel dan pastikan semuanya aman dan selamat sampai tujuan," kata Arief seperti dalam keterangan tertulis.

Satgas Bantuan Bencana Alam tersebut akan dipimpin langsung oleh Kakorpolairud Irjen Verdianto I. Satgas dikirim untuk melakukan operasi kemanusiaan di NTT itu rencananya dengan menggunakan pesawat Polri CN 295 P-4501.

"Laksanakan tugas dengan memerhatikan SOP yang berlaku dalam penanggulangan bencana. Tujuan kita adalah membantu meringankan beban korban bencana," ucap Arief.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengirimkan bantuan melalui satgas tersebut. Selain obat-obatan, bantuan seperti makanan, hand sanitizer, hingga K9 atau anjing pelacak kualifikasi pencarian korban juga akan dikirimkan ke lokasi kejadian di NTT.

Seperti diketahui, Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo memperbarui data korban yang meninggal akibat bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari ini total korban tewas akibat bencana alam banjir bandang hingga longsor mencapai 138 orang.

"Terkait dengan penanganan korban yang terdampak yaitu korban meninggal dunia untuk Flores Timur ada perubahan angka, perubahan data dari posisi kemarin, sekarang menjadi 67 orang yang meninggal. Kemudian yang hilang sudah berkurang menjadi 5 orang karena sudah ditemukan beberapa jenazah pada hari ini," kata Doni dalam siaran YouTube BNPB, Rabu (7/4/2021).

Diketahui, bencana banjir dan tanah longsor terjadi di tanah Nusa Tenggara. Pemicunya yakni lantaran munculnya siklon tropis Seroja di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Minggu (4/4) dini hari, terjadi peristiwa banjir bandang, tanah longsor, hingga, pohon tumbang di sejumlah wilayah. Bahkan kapal motor penumpang (KMP) yang ukurannya cukup besar pun tenggelam akibat terombang-ambing ombak saat cuaca ekstrem terjadi.

Sebelum bencana hidrometeorologi ini terjadi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem. BMKG mendasarkan pada keberadaan bibit siklon dan sejumlah fenomena cuaca lainnya.

"BMKG sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi adanya dua bibit siklon tropis, yaitu bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatera dan bibit siklon tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/4/2021).

(maa/fjp)