Remaja Tunarungu di Pamulang Diduga Dianiaya, Polisi Selidiki

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 19:18 WIB
Poster
Ilustrasi kekerasan terhadap anak (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Remaja tunarungu di Pamulang, Tangerang Selatan, diduga dianiaya oleh seorang pria. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Pamulang.

Yudi Nugroho, ayah korban, menceritakan penganiayaan itu terjadi di sebuah lorong kontrakan di Bambu Apus, Pamulang, Tangsel, pada Kamis (18/3) sekitar pukul 16.30 WIB. Menurut Yudi, ada seorang saksi yang melihat ketika anaknya dianiaya oleh pelaku.

"Malam Sabtu (Jumat, 19 Maret) saya ketemu sama saksi. Dia samperin saya, dia cerita Kamis kemarin ada keributan di kontrakan saya. 'Awalnya saya denger ada mukulin, terus ada yang nangis, jadi saya takut'. Kaya suara diinjak-injak gitu," kata Yudi sambil menirukan omongan saksi saat dihubungi detikcom, Rabu (7/4/2021).

Mendengar kabar tersebut, Yudi segera bertanya kepada anaknya. Dia menyebut awalnya anaknya takut bercerita hingga akhirnya mengakui peristiwa pemukulan yang menimpanya.

Anaknya itu lalu membawa Yudi ke lokasi pemukulan hingga rumah lokasi terduga pelaku. Yudi kemudian berusaha mencari dokumentasi foto terduga pelaku untuk kemudian dimintakan konfirmasi kepada saksi yang melihat peristiwa tersebut.

"Sabtu sore saya ketemu saksi dan tunjukin foto itu (pelaku). Saya tanya, 'Ini bukan orangnya?' Saksi bilang 'Iya, ini yang mukulin'. Akhirnya saya laporin ke polisi," ungkap Yudi.

Menurut Yudi, terduga pelaku ini bukan kali ini saja bermasalah dengan anaknya. Pelaku yang disebutnya telah berusia 50 tahun lebih ini sempat mencoba menganiaya anaknya sejak November 2020.

"Jadi, kalau dilihat dari kejadian, ini kan kejadian bukan kali ini saja. Anak saya sering main di usaha halaman pelaku. Pernah saya mergokin dia mau lemparin batu ke anak saya. Itu perkiraan November tahun lalu," beber Yudi.

Dia menyebut pelaku hanya beralasan korban kerap mengganggunya. Namun pelaku tidak menjelaskan lebih rinci tindakan korban yang disebut mengganggu tersebut.

"Dia ngomong anak saya ngeganggu. Saya tanya ngeganggu apa? Dia pergi aja. Akhirnya saya bilang gimana saya mau didik anak saya kalau kesalahan saya nggak dikasih tahu. Dia cuma bilang ngeganggu. Makanya saya bilang kalau anak tunarungu ini lebih mengedepankan bahasa isyarat. Jadi jangan dilihat itu meledek. Itu bukan (meledek), itu bahasa isyaratnya dia," terang Yudi.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Pamulang Kompol Prasetyo Noegroho membenarkan adanya laporan tersebut. Dia menyebut kasus ini telah dilimpahkan ke Polres Tangsel.

Terkait terduga pelaku, Prasetyo menyebut kini tengah dalam proses penyelidikan dari penyidik Polres Tangsel.

"Sudah dilimpahkan ke Polres. (Pelaku) nanti didalami di unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres," ujar Prasetyo.

(ygs/mea)