Nasib Museum Soeharto: Digagas Ibu Tien, Kini Diminta Disita Pebisnis Singapura

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 11:40 WIB
Museum Purna Bhakti Pertiwi (MPBP)  TMII
Museum Purna Bhakti Pertiwi di TMII (Ari Saputra/detikcom)

Kini, museum yang digagas Ibu Tien itu diminta agar disita. Sebab, perusahaan Singapura, Mitora, menggugat:

1. Yayasan Purna Bhakti Pertiwi
2. Ny Siti Hardianti Hastuti Rukmana
3. Tn H Bambang Trihatmojo
4. Ny Siti Hediati Hariyadi
5. Tn H Sigit Harjojudanto
6. Ibu Siti Hutami Endang Adiningsih

Adapun turut tergugat adalah:

1. Soehardjo Soebardi
2. Pengurus Museum Purna Bhakti Pertiwi
3. Kantor Pertanahan Jakarta Pusat
4. Kantor Pertanahan Jakarta Timur

Apa yang dituntut? Berikut ini petitum Mitora:

1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

2. Menyatakan bahwa para tergugat, telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum;
3. Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan yang diletakan pada Sebidang Tanah dan Bangunan beserta dengan isinya:
- Sebidang Tanah seluas +/- 20 Ha (lebih kurang dua puluh hektare) dan bangunan yang berdiri di atasnya beserta dengan seluruh isinya yang ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yakni Museum Purna Bhakti Pertiwi dan Puri Jati Ayu, yang beralamat di Jl. Taman Mini No. 1, Jakarta Timur;
- Sebidang Tanah berikut dengan Bangunan yang berdiri d iatasnya beserta dengan seluruh isinya yang ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang terletak di Jalan Yusuf Adiwinata Nomor 14, Menteng, Jakarta Pusat.
4. Menghukum para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar kewajiban Rp 84.000.000.000 serta kerugian imateriil sebesar Rp 500.000.000.000.
5. Menghukum para tergugat untuk melaksanakan Putusan ini.

Sidang pertama digelar pada 5 April 2021 di PN Jaksel Ruang Sidang 01. Kasus ini masih berlangsung.

Halaman

(rdp/asp)