Round-Up

Siap-siap Balik Lagi Jika Mudik ke Bali

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 07:40 WIB
Ilustrasi mudik di bandara/ antrean di bandara
Foto: Ilustrasi mudik di bandara (dok detikcom)
Denpasar -

Mudik Lebaran 2021 resmi dilarang pemerintah. Pemprov Bali pun memperketat penjagaan pintu masuk ke wilayahnya. Warga yang tetap nekat mudik ke Bali, akan diminta balik lagi.

Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali mengungkapkan, bandara, pelabuhan, hingga terminal akan dijaga jelang Hari Raya Idul Fitri. Bagi warga yang kedapatan mudik ke kampung halamannya di Bali, akan disuruh pulang ke tempat tinggalnya.

"Tentu pengetatan dan penguatannya di pintu masuk. Kalau kita di Bandara Ngurah Rai, di (Pelabuhan) Gilimanuk, dan lain sebagainya, termasuk yang paling utamanya di bandara tempat keberangkatan," kata Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali I Made Rentin di Sector Bali Beach, Denpasar, Selasa (6/4/2021).

Rentin menegaskan bahwa pemerintah pusat sudah mengeluarkan larangan mudik secara resmi. Hal ini demi menekan penularan virus Corona (COVID-19). Larangan ini juga berlaku untuk seluruh masyarakat, khususnya ASN, yang diharapkan dapat menjadi contoh masyarakat lainnya.

Atas dasar itulah, kebijakan Pemprov Bali terkait warga yang mudik ke daerahnya diambil. Namun, menurut Rentin, ada beberapa golongan masyarakat yang dikecualikan dalam aturan larangan mudik tersebut. Mereka yang memiliki kebutuhan mendesak dan tidak bisa ditunda masih diberi kesempatan untuk pulang ke kampung halaman.

"Misal ada sang keluarga, orang tua, bapak, ibu, mudah-mudahan tidak ya, yang meninggal dunia, sementara kita berada di rantau, itu dimungkinkan (untuk mudik)," jelas Rentin, yang juga Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali.

Warga yang diizinkan pulang ke kampung halaman di Bali karena keperluan mendesak pun harus memenuhi syarat-syarat yang diberikan. Mereka tak bisa serta merta pulang ke kampung halaman.

Rentin mengatakan warga dengan keperluan mendesak itu diwajibkan membawa surat keterangan dari kelurahan, desa, atau Satgas COVID-19. Selain itu, mereka harus mempunyai surat keterangan dari rumah sakit tempat keluarga yang sakit dirawat atau meninggal dunia.

"Ketika kita temukan dia hanya membawa dokumen surat antigen, swab dan GeNose saja, tanpa ada surat keterangan melakukan perjalanan dengan alasan penting dan urgen, dia akan disuruh kembali," tegas Rentin.

Rentin menuturkan, guna membedakan antara pemudik biasa dan yang mempunyai keperluan mendesak, pihaknya juga akan melakukan screening di berbagai tempat. Screening pertama dilakukan saat pemudik melakukan pembelian tiket. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai 9 Mei 2021.

Lihat Video: Ada Varian Baru COVID-19, Satgas: Jangan Mudik Dulu!

[Gambas:Video 20detik]




(mae/dwia)