Kementan Sebut Stok Pupuk Wilayah Pantura Aman

Yuda Febria - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 23:30 WIB
Kementan
Foto: Yuda Febrian/detikcom
Indramayu -

Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim di sejumlah gudang, stok pupuk di wilayah Pantura aman. Stok tersebut dinilai mencukupi jelang pertanaman padi musim gadu.

"Jadi setelah memantau, di wilayah Pantura, seperti Karawang, dan Indramayu, itu gudang penuh oleh stok pupuk, dan dirasa stok pupuk itu aman jelang musim tanam gadu ini," kata Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muhammad Hatta saat memantau stok pupuk di Gudang Lini 3 Pupuk Kujang Sukra, Indramayu, Selasa (6/4/2021).

Setelah mengecek langsung, lanjutnya, ketersediaan pupuk di gudang dan kios, dipastikan harga pupuk sesuai harga eceran tertinggi (het).

"Tidak ada kenaikan harga di tingkat kios. Kita bersama KTNA sudah cek langsung ke kios-kios," kata Hatta usai mengecek kios pupuk Sumari Tani, Desa Pamayahan, Lohbener, Indramayu.

Sementara itu, di Karawang stok pupuk terpantau aman. Di sejumlah gudang pupuk, tumpukan karung tersusun rapi dan siap didistribusikan untuk musim tanam selanjutnya.

"Di beberapa kios stok pupuk juga tersedia. Di Toko Santani, Lamaran misalnya, pupuk urea, phonska dan berbagai pupuk lainnya terpantau berderet dengan rapi menunggu pembeli," pungkasnya.

Di samping itu, Endjam Djamsir, Ketua KTNA Karawang sekaligus Wakil Ketua KTNA Jawa Barat menuturkan, distribusi pupuk kepada petani saat musim tanam yang lalu berjalan optimal.

Buktinya, kata Endjam, terlihat dari hasil panen petani Karawang yang melimpah. Tercatat, di musim panen ini, Karawang menghasilkan 1,3 juta ton gabah kering giling.

"Jumlah itu melebihi target pemerintah. Karawang sangat surplus Artinya jika hasil panennya melimpah, sawah dipupuk dengan baik," kata Endjam.

Adapun yang jadi keluhan petani saat ini bukanlah kelangkaan pupuk, melainkan harga gabah yang masih di bawah harga pokok penjualan (HPP). Saat ini beberapa daerah di Karawang gabah dibeli sekira Rp 3.800 padahal Harga gabah seharusnya Rp 4.200 per kg.

"Sebenarnya masalah petani saat ini di harga gabah bukan stok pupuknya," kata Endjam.

Harga gabah yang anjlok juga dibenarkan Sutatang, dari KTNA Indramayu. Ia menuturkan harga gabah di Indramayu berada di kisaran Rp 3800 hingga Rp 4000 per kg.

"Harga itu di bawah harga pokok pemerintah. Penyebabnya, karena saat ini sedang panen raya dimana-mana. Alhasil hukum ekonomi berlaku, ketika beras banyak maka harga akan turunkaren warga mudah mendapatkan beras," kata Sutatang.

Dari data yang dituturkan Kementan, stok pupuk di Karawang pada Senin, 5 April 2021 mencapai 2.111,68 Ton. Rinciannya, Urea 728,23 Ton, NPK 1110,65, dan Organik 272,80 ton.

Adapun di Indramayu, stok pupuk pada Senin, 5 April 2021 mencapai 2.782,37 Ton. Rinciannya, Urea 963,37 Ton, NPK 666 ,25 Ton dan Organik 1152,75 Ton.

(ega/ega)