Round-Up

Terbongkar Lagi Filler Payudara Abal-abal Korbankan 2 Model di Jakbar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 23:06 WIB
Polisi tangkap pelaku filler payudara abal-abal ke dua model di Jakbar.
Foto: Polisi tangkap pelaku filler payudara abal-abal yang korbannya dua model di Jakbar. (Fathan/detikcom)

Pelaku penjual silikon dalam kasus filler payudara abal-abal di Jakbar berinisial ML. Cairan silikon yang dijual ML dibeli oleh SR pada September 2020 lalu.

"Ini diawali pada sekitar September 2020, tersangka SR melakukan pembelian produk berupa cairan silikon tanpa merek. Awalnya itu yang dia lakukan, yang digunakan untuk melakukan filler payudara maupun di bagian bokong secara online," ucap Kapolres Jakbar Kombes Ady Wibowo, Selasa (6/4/2021).

ML ditangkap di Batam. Pelaku intens berkomunikasi dengan SR untuk penjualan cairan silikon.

"Dari penangkapan tersangka SR tim mengembangkan penyelidikan yaitu ke wilayah Batam. Di sana kami mengamankan tersangka ML di mana yang bersangkutan adalah orang yang selalu dihubungi SR untuk menjual cairan tersebut," sebut Ady.

Yang bikin tambah mengerikan, cairan silikon yang digunakan tersangka SR untuk filler payudara adalah silikon industri. Jelas-jelas, silikon industri tidak boleh digunakan untuk kecantikan.

"Ada beberapa jenis silikon, tapi yang ada di depan kita ini adalah silikon industri yang tidak digunakan atau tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam kesehatan atau kecantikan," kata Ady.

Selain menangkap ML, polisi juga menyita ratusan botol berisi cairan silikon industri. Ada 298 botol yang disita polisi.

"Efek dari pada filler tersebut kedua korban ini merasa demam. Badannya tidak enak dan dari payudara bekas suntikan tersebut mengeluarkan cairan nanah," sebut Ady.

Polisi meminta masyarakat hati-hati. Polisi menyakini praktik-praktik filler payudara abal-abal masih ada di tengah-tengah masyarakat.

"Kami ingin sampaikan ke publik agar lebih berhati-hati. Praktik-praktik ini kami yakini masih ada di luar sana. Tentunya harus jadi suatu kewaspadaan agar lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan," imbau Kombes Ady.

Untuk tersangka SR dijerat Pasal 77 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan/atau Pasal 197 dan/atau Pasal 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 UU Nomor 8 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 378 KUHP.


(zak/zak)