Kabareskrim Pastikan Tindak Lanjuti 3 Rekomendasi Lain Komnas HAM soal 'Km 50'

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 21:47 WIB
Jakarta -

Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) menyebut Polri baru melaksanakan satu dari empat rekomendasi yang diberikan dalam menangani kasus tewasnya laskar Front Pembela Islam (FPI) di peristiwa Km 50. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto memastikan bakal menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi lain dari Komnas HAM.

"Pasti akan ditindaklanjuti," ujar Agus saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (6/4/2021).

Agus mengklaim tidak ada hambatan dalam penanganan kasus yang menewaskan enam laskar FPI itu. Dia mengatakan proses penyidikan masih berjalan hingga saat ini.

"Nggak ada hambatan, proses penyidikan masih berjalan," ucapnya.

Sebelumnya, Komnas HAM telah menyampaikan 4 rekomendasi sebagai hasil investigasi insiden penembakan 6 laskar FPI di Km 50 Tol Japek. Namun, dari 4 rekomendasi itu, Komnas HAM menyebut baru 1 yang ditindaklanjuti oleh Polri.

"Dari 4 rekomendasi itu baru 1 rekomendasi yang kelihatan jalan, yang tiga rekomendasi belum," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR, Selasa (6/4).

Dari tiga rekomendasi yang belum ditindaklanjuti, Komnas HAM menyebut dua di antaranya terkait kasus dan satu lainnya mengenai proses.

"Dua rekomendasi terkait kasus, satunya terkait proses. Duanya terkait senjata api, terus terkait mobil dan terkait proses akuntabel, proses akuntabel itu beberapa kali kami bilang tolong manajemen penegakan hukumnya akuntabel sehingga prosesnnya menjadi lebih bagus, itu. Terakhir kami komunikasikan dengan direktur pidana umum reskrim yang nanganin," ujarnya.

Sementara itu, Bareskrim Polri menaikkan status tiga anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan unlawful killing di peristiwa Km 50 yang menewaskan empat laskar FPI. Namun, satu orang meninggal dunia sehingga tersisa dua orang sebagai tersangka.

"Terkait peristiwa Km 50, di sana ditetapkan tiga anggota Polri sebagai terlapor dan pada hari Kamis kemarin, penyidik telah melaksanakan gelar perkara terhadap peristiwa Km 50 dan kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan maka status dari terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka. Tiga tersangka," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, di Mabes Polri, Selasa (6/4).

Meski demikian, Rusdi mengatakan ada satu tersangka bernama Elwira Pryadi Zendrato yang penyidikannya tidak dilanjutkan lantaran telah meninggal dunia. Dengan demikian, tersisa dua tersangka dalam kasus tersebut.

"Akan tetapi, ada satu terlapor inisial EPZ meninggal dunia. Berdasarkan 109 KUHAP, karena yang bersangkutan meninggal dunia, maka penyidikannya langsung dihentikan," paparnya.

"Jadi kelanjutannya, terdapat dua tersangka anggota yang terlibat dalam peristiwa Km 50," sambung Rusdi.

(maa/maa)