Pernah Dicegah Terkait Samin Tan, Apa Peran Politikus Golkar Mekeng?

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 17:38 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan tersangka Markus Nari.
Politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Nama politikus Partai Golkar Melchias Markus Mekeng muncul lagi di KPK selepas 'crazy rich' Samin Tan ditahan. Mekeng pernah dicegah bepergian ke luar negeri dalam kasus ini.

Samin Tan merupakan pemilik PT BLEM (Borneo Lumbung Energi & Metal) yang dijerat KPK sebagai tersangka terkait pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Dia sebelumnya menjadi buronan dan baru-baru ini ditangkap KPK.

Menengok ke belakang tepatnya pada tahun 2019, nama Mekeng diseret Eni Maulani Saragih. Kala itu Eni yang merupakan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR duduk sebagai terdakwa perkara tersebut.

Berawal dari keterangan Nenie Afwani, yang merupakan anak buah Samin Tan selaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan batu bara itu memiliki anak perusahaan, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), yang saat itu tengah bermasalah dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam surat dakwaan Eni, PT AKT memiliki permasalahan, yaitu pemutusan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) Generasi 3 di Kalimantan Tengah dengan Kementerian ESDM. Eni disebut berperan menjembatani Samin dengan Kementerian ESDM. Hal itu pun diakui Nenie.

"Yang jelas, waktu itu kami memang ingin sekali berkomunikasi dengan ESDM karena kami dapat putusan penundaan tapi tidak dijalankan gitu lho. Kemudian Pak Samin Tan punya kenalan atau ini, saya diperkenalkan dengan Bu Eni," ucap Nenie saat bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Eni di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2019).

Nenie juga sempat mengamini berita acara pemeriksaan (BAP) miliknya yang dibacakan jaksa mengenai Mekeng. Jaksa menyebut Nenie mengaku dikenalkan Samin kepada Eni dan Mekeng.

Setelah itu, Samin dihadirkan sebagai saksi. Samin mengaku mengenal Mekeng sebagai kawan lama. Dia saat itu meminta dikenalkan kepada anggota DPR yang mengurusi pertambangan.

"Saya diminta ketemu beliau (Eni) di kantor Pak Mekeng. Kemudian dikenalkan dengan Bu Eni," jawab Samin.

Eni, yang belakangan dimintai tanggapan atas kesaksian itu, mengakui apa yang dilakukannya dengan membantu PT AKT merupakan perintah Mekeng. Namun Eni tidak menyebut apakah ada aliran duit apa pun kepada Mekeng.

"Memang untuk membantu PT AKT, saya diperintah oleh Ketua Fraksi saya, Bapak Mekeng, di Partai Golkar," ucap Eni.

Eni sendiri sudah divonis bersalah dengan hukuman 6 tahun penjara. Setelahnya pada 10 September 2019 Mekeng dicegah bepergian ke luar negeri oleh KPK. Saat itu status Mekeng sebagai saksi.

"KPK melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap seseorang bernama Melchias Markus Mekeng, Anggota DPR-RI selama 6 bulan ke depan terhitung Selasa, 10 September 2019," kata Kabiro Humas KPK kala itu Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (10/9/2019).

"Yang bersangkutan dilarang ke luar negeri dalam proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dengan tersangka SMT (Samin Tan) yaitu diduga memberi hadiah atau janji kepada Eni Maulani Saragih, anggota DPR-RI terkait pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup di Kementerian ESDM," ucap Febri.

Namun setelahnya Mekeng kerap tidak memenuhi panggilan penyidik KPK dengan berbagai alasan. Kini setelah Samin San ditahan, bagaimana kabar Mekeng?

"Dan dengan pihak-pihak lain yang tadi disebutkan, tentunya ini akan kita kembangkan seperti Pak Mekeng, kemudian disebut juga Jonan, nanti kita lihat sampai sejauh mana perannya," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/4/2021).

Jonan yang disebut Karyoto merupakan Ignasius Jonan. Sedangkan Mekeng yang disebut Karyoto adalah Anggota DPR dari Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng.

"Bukan saja pengakuan saja kira-kira terhadap apa dia diberi berbuat untuk apa atau tidak berbuat untuk apanya, jelas kalau itu dengan pasal suap, dan apakah dengan pemberian itu misi dia selesai atau tidak, kan kita bisa melihat nanti ke arah situ," imbuh Karyoto.

Lantas bagaimana status cegah untuk Mekeng kali ini? Karyoto belum memastikannya.

"Jujur saya tidak secara detail mengetahui nanti akan dijawab pak jubir ya, tanya penyidiknya berapa orang dicegah dalam kasus ini," kata Karyoto.

(dhn/tor)