Mengenal Siklon Tropis Seroja, Namanya Cantik tapi Berbahaya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 17:07 WIB
Siklon Tropis Seroja Dilihat dari Satelit
Siklon Seroja (Zoom Earth)

Alasan Siklon Tropis Memakai Nama Bunga

Pada 2018, Dwikorita menuturkan dasar penamaan siklon tropis berubah dari pewayangan menjadi nama bunga. Sebab, dijelaskan oleh Dwikorita, saat menggunakan nama Durga, muncul perbedaan persepsi di masyarakat.

"Kita gunakan nama bunga meskipun awalnya menggunakan nama wayang, Durga. Namun saat menggunakan wayang ada persepsi kurang baik di masyarakat. Ada yang anggap Durga baik, ada yang tidak," ujar Dwikorita, Rabu (28/3/2018).

Dengan digunakannya nama bunga sebagai untuk siklon tropis, ia berharap siklon tropis tak jadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Meski begitu, Dwikorita tetap mengimbau masyarakat selalu waspada.

"Secara psikologis tidak menakut-nakuti, tapi yang penting kewaspadaan," imbaunya.

Berangkat dari hal itu, Deputi Meteorologi Mulyono Prabowo menjelaskan, tak hanya nama bunga, TCWC pun telah menyiapkan nama-nama buah sebagai cadangan.

"Pada saat sidang Tropical Cyclone Commitee itu kita men-submit nama. 2008 sudah muncul sementara Durga kemudian ada perbedaan persepsi. Akhirnya kita men-submit nama bunga. Sebagai cadangannya kita siapkan nama buah," tutur Mulyono melanjutkan Dwikorita.

Berbeda dengan Indonesia, di Amerika Serikat, fenomena badai seperti ini dinamai dengan nama orang berdasarkan abjad.

Dikutip dari buku 'Segala Sesuatu tentang Bencana' yang disusun oleh Yusup Somadinata, nama-nama itu seperti badai Harvey di Texas atau badai Irma di Florida. Selanjutnya ada badai Jose, Katia, Lee, dan Maria. Semua berdasarkan urutan abjad, yakni H, I, J, K, L, dan M.

Halaman

(rdp/bar)