Di Rapat Bareskrim, Kapolri Ingatkan soal Restorative Justice

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 22:45 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: dok. Polri)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka rapat kerja teknis (rakernis) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Tahun 2021 hari ini. Dalam sambutannya, Sigit mengingatkan Bareskrim menangani banyak kasus menonjol sehingga menjadi salah satu tumpuan.

"Dalam kesempatan kali ini, saya mengingatkan kepada rekan-rekan, khususnya di Bareskrim, bahwa Bareskrim menjadi salah satu tumpuan. Karena pengungkapan penegakan hukum di Bareskrim, terkait kasus-kasus menonjol dan besar menjadi perhatian publik," ujar Sigit melalui keterangan tertulis, Senin (5/4/2021).

Sigit menyebut terdapat kejahatan-kejahatan baru yang berkembang dari perkembangan teknologi. Karena itu, dia meminta kasus-kasus itu agar ditangani secara khusus.

"Perkembangan negara-negara maju, termasuk perkembangan teknologi, perkembangan dari kejahatan transnasional, akan langsung dirasakan oleh masyarakat kita, sehingga tentunya perlu ada pengembangan terhadap pengetahuan kita dan kemudian keterampilan dalam rangka meningkatkan profesionalisme untuk menghadapi perkembangan-perkembangan kejahatan baru yang muncul. Dan yang paling menonjol tentunya adalah kasus-kasus yang terjadi di dunia teknologi informasi yang terus berkembang dan tentunya ke depan perlu dipikirkan, kemudian diwadahi dan ditangani secara khusus," jelasnya.

Lebih lanjut Sigit menyinggung hasil survei Litbang Kompas di mana ada penurunan kepuasan masyarakat terhadap Polri dari beberapa waktu lalu terkait dengan beberapa aspek, seperti penuntasan kasus hukum dan kasus kekerasan oleh aparat. Kepuasan masyarakat di bidang hukum terus mengalami penurunan, dari 53 persen menjadi 49,1 persen.

Sementara itu, pengaduan masyarakat didominasi kategori penerapan hukum dan sikap petugas Polri. Sigit mengingatkan ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh jajaran Bareskrim Polri, yakni peningkatan kinerja penegakan hukum, pembenahan budaya organisasi, dan peningkatan komunitas publik.

"Terkait angka-angka tersebut, kita tidak perlu alergi. Karena tanpa adanya masukan dari masyarakat, kita hanya berada dalam zona nyaman. Padahal masyarakat tidak berharap demikian. Perlunya melakukan perbaikan-perbaikan dengan melibatkan penilaian masyarakat menjadi sangat penting," papar Sigit.

Selain itu, Sigit menyinggung soal restorative justice yang harus dikedepankan dalam penanganan perkara. Menurutnya, restorative justice dapat memberi kepastian hukum hingga keadilan bagi masyarakat.

"Sehingga ke depan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik, yang menyentuh keadilan masyarakat, semakin hari dapat diperbaiki dengan restorative justice. Bareskrim Polri mengedepankan hukum progresif dalam penyelesaian perkara melalui restorative justice yang tidak hanya melihat aspek kepastian hukum namun pada kemanfaatan dan keadilan," terangnya.

"Terima kasih, dalam kesempatan ini saya diberi waktu yang cukup. Karena memang hati saya di reserse, jadi bagaimana reserse dapat memenuhi harapan dan keinginan masyarakat tentangan penegakan hukum dapat kita wujudkan," sambung Sigit.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto turut angkat bicara dalam rakernis Bareskrim ini. Agus membeberkan rakernis itu juga membahas soal percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Dalam acara rakernis ini, kami juga menghadirkan berbagai narasumber yang sebagian besar pejabat kementerian/lembaga terkait, yang berhubungan langsung dengan upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional. Sehingga dapat membangun pengertian, pemahaman, dan persamaan persepsi seluruh jajaran Bareskrim sampai kewilayahan dalam rangka memberikan kontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional sebagaimana yang telah diperintahkan Bapak Kapolri," imbuh Agus.

Hari pertama rakernis Bareskrim Polri 2021 ini juga diisi dengan rangkaian kegiatan, seperti peluncuran Siber TV dan Virtual Police, penyematan pin menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) kepada Dirtipidkor Bareskrim Polri, serta penyerahan penghargaan umroh bagi anggota yang berdedikasi. Rencananya, rakernis ini berlangsung selama dua hari.

(isa/isa)