Gimana Cara Pelajar & Mahasiswa Jadi Filmmaker Saat Pandemi?

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 16:35 WIB
Ucifest
Foto: Abu ubaidillah
Jakarta -

Dosen Festival Theory & Practice Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Sri Ratna Setiawati mengaku masih sulit bagi para filmmaker Indonesia untuk mengadakan festival secara berkesinambungan. Selain karena masalah dana, juga masalah pada sumber daya manusia.

"Bagaimana caranya para filmmaker ini bisa mendapatkan ruang di mana karyanya bisa diapresiasi. Untuk bisa berkesinambungan itu butuh tenaga kerja atau sumber daya manusia yang profesional dalam hal ini universitas bisa jadi mitra dihasilkannya sumber daya manusia itu," katanya dalam pembukaan UCIFEST 12 secara online, Senin (5/3/2021).

Apalagi saat ini sedang dalam masa pandemi yang berdampak pada berbagai sektor, tak terkecuali dunia perfilman di Indonesia. Masalah akibat pandemi tersebut diungkapkan oleh Dosen Prodi Film, Peminatan Film UMN, Perdana Kartawiyudha.

"Memang menantang sekali proses berkreasi di situasi pandemi. Satu sisi kita dituntut mengutamakan keselamatan, satu sisi kita juga ada capaian pembelajaran yang harus kita capai supaya nanti lulusan UMN ini tetap prima tetap sesuai dengan harapan industrinya," katanya.

Namun tampaknya para pegiat film dan animasi tak patah semangat melawan pandemi maupun kesulitan lainnya yang ada. Mereka terus berkarya dengan segala keterbatasan, apalagi ditambah dukungan dari instansi terkait, seperti Universitas Multimedia Nusantara yang menyelenggarakan UCIFEST 12.

Festival ini mewadahi para pembuat, pegiat, dan pecinta film pendek, khususnya dari kalangan mahasiswa dan pelajar SMA/SMK se-Indonesia. Festival ini ditujukan untuk mengapresiasi sekaligus menunjukkan hasil karya filmmaker dari mahasiswa dan pelajar di Indonesia.

Terdapat program film kompetisi di festival ini yang terbagi ke dalam beberapa kategori, di antaranya adalah kematian dunia, kehidupan manusia; mimpi dan angan; terbentur untuk terbentuk; dan tangan kanan, tangan kiri.

UcifestUcifest Foto: Abu ubaidillah

Kompetisi ini tidak hanya diikuti mahasiswa UMN saja, melainkan pelajar dan mahasiswa dari Yogyakarta, Semarang, hingga Surabaya. Karya mereka akan dinilai oleh juri kenamaan di dunia perfilman Indonesia, seperti Hanung Bramantyo, Robby Ertanto, Gaga Nugraha, Chonie Prysilia, dan Anita Reza Zein.

Sebagai bentuk apresiasi, pemenang kategori pelajar salah satu hadiah yang akan didapat voucher diskon uang pangkal untuk mendaftar di UMN. Sementara untuk mahasiswa, festival ini mewadahi penyelenggara festival lain atau komunitas film untuk dapat bergerak sendiri mengundang film tersebut.

Selain kompetisi film pendek, acara ini juga menyuguhkan pemutaran film pendek, seminar, directors one on one yang bisa disaksikan oleh umum secara gratis. Ada pula acara pemutaran film panjang bagi yang berminat bisa memberi donasi Rp 20.000 yang sebagian hasilnya akan disumbangkan.

Kompetisi film pendek UCIFEST 12 menerima 284 karya film, animasi, dan dokumenter dari 14 provinsi, 35 kota, 47 universitas, dan 49 SMA/SMK. Panitia menyeleksi 23 karya kompetisi dan 34 karya film nonkompetisi selama festival berlangsung.

Rangkaian acara ini akan berlangsung mulai 5-12 April 2021. Bagi yang ingin menonton dapat mendaftar terlebih dahulu melalui ucifest.umn.ac.id atau link pendaftaran yang tertera di Instagram @ucifestumn.

Simak juga 'Cinema XXI Lakukan Penelitian soal Virus Corona di Studio Bioskop':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)