Cerita Anak Jalanan yang Kini Jadi Pendeta & Berdayakan Anak Punk

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 10:22 WIB
Sido Muncul
Foto: Jihaan Khoirunnisaa/detikcom
Jakarta -

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) memberikan bantuan donasi berupa uang tunai senilai Rp 75 juta kepada tiga sosok 'hero kebaikan'. Salah satunya yaitu Rudi Eikel, eks anak jalanan yang kini menjadi pendeta dan membangun rumah singgah serta memberdayakan puluhan anak jalanan dan anak punk di sekitarnya.

Sebelum menjadi seorang pendeta, Rudi sempat terjebak di dalam dunia kelam. Kekerasan yang dialaminya saat muda ditambah penelantaran oleh orang tua membuatnya kehilangan arah hingga menjadi anak jalanan.

Selama hidup di jalan, hidup Rudi berantakan. Bersama dengan teman-teman di komunitas punk, Ia mengaku kerap mabuk-mabukan, minum minuman keras, bahkan memakai narkoba dan melakukan tindak perampokan.

"Di jalanan mabok, pakai obat, setelah itu merampok. Ya nyuri uangnya orang. Makan dari sampah. Di warung-warung, di jalanan itu sisa-sisa makanan saya ambilin," ujarnya saat menghadiri salah satu acara di stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu.

Kemudian, Rudi diajak oleh kakak ipar merantau ke Sorong, Papua. Di sana, ia mulai mendalami ilmu agama dan rajin pergi ke Gereja. Namun, jalannya untuk kembali tidaklah mulus. Ia mengatakan masih sulit menghentikan kebiasaan minum dan merokok.

Sampai pada satu titik, Rudi benar-benar ingin bertobat. Dia melakukan kesalahan yang membuatnya dikucilkan oleh warga sekitar. Bukan hanya sekadar bertobat, ia bahkan terpanggil untuk menjadi seorang pendeta.

"Saya mau mengabdi sama Tuhan," tuturnya.

Selanjutnya, Rudi kembali ke Madiun dan membentuk rumah singgah pondok pemulihan. Rumah tersebut ditujukan bagi anak-anak jalanan dan punk yang ingin berubah dan memperbaiki hidupnya.

Diungkapkan Rudi, dirinya tidak mengalami kesulitan saat merangkul dan menggaet anak jalanan. Mengingat dirinya yang merupakan seorang eks anak jalanan. Hingga saat ini, Rudi menyebut sudah ada 20 anak jalanan yang berhasil ia bina di rumah singgah pondok pemulihan.

"Prosesnya saya turun ke jalan, berjumpa dengan mereka dan memberikan kasih Tuhan kepada mereka. Karena anak-anak jalanan butuh kasih sayang dan sentuhan dalam hati mereka," paparnya.

Tidak hanya sebatas rumah singgah, di sana Rudi juga memberikan wadah bagi anak-anak jalanan untuk hidup mandiri dengan membuka usaha, seperti sablon, usaha gorengan, dan lainnya.

Rudi mengatakan, dorongan yang membuatnya ingin membangun rumah singgah pondok pemulihan tidak lain karena ingin membantu rekan-rekannya untuk bangkit. Sehingga mereka punya kehidupan yang lebih layak. Sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran.

"Saya melakukan untuk menjangkau anak jalanan saya sudah, banyak teman-teman jalanan yang mengalami pemulihan, mengalami terobosan dalam hidup mereka. Dan kota diberkati karena berkurangnya angka pengangguran dan berkurangnya teman-teman di jalanan," terangnya.

"Saya bersyukur bahwa saya bisa menolong mereka, menjadi bapak buat mereka," imbuhnya.

Lebih lanjut, Rudi merasa bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Sido Muncul. Menurutnya, dana bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional rumah singgah pondok pemulihan.

"Terima kasih untuk bantuannya. Saya akan pergunakan bantuan itu untuk menambah kontrak rumah singgah dan juga operasional pondok pemulihan, supaya semuanya berjalan dengan baik," tuturnya.

Di sisi lain, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengapresiasi perjuangan Rudi. Ia menilai, Indonesia perlu orang-orang sepertinya yang peduli dengan nasib anak-anak jalanan dan mau membantu sesama.

Selain Rudi, Sido Muncul juga memberikan bantuan kepada dua orang lainnya, yakni Bripka Nur Ali dan Mama Belgi. Irwan menjelaskan,bantuan tersebut bukanlah bentuk Corporate Social Responsibility (CSR), melainkan Corporate Action Responsibility (CAR).

"Kalau nanti yang akan kami lakukan yaitu kami akan terus (membantu). Kami punya dana untuk melakukan kegiatan seperti ini. Orang itu kan yang ada CSR. Kalau yang kami lakukan namanya Corporate Action Responsibility (CAR). Action itu, kami berusaha untuk apa saja yang kami miliki, kekuatan apa, misalnya dari sumber daya uang, kemampuan untuk membantu apa saja, peduli sama lingkungan," pungkasnya.

(prf/ega)