Banyak Calon Hakim Agung Pernah Gagal dan Daftar Lagi, Ini Kata KY

Andi Saputra - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 09:09 WIB
Komisioner Komisi Yudisial Maradaman Harahap (kiri) dan Kepala Pusat Analisis dan Layanan Informasi KY Roejito (kanan) memberikan penjelasan di Gedung KY, Rabu (10/2/2016). Penjelasan itu terkait proses pendaftaran calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi (Tipikor) di Mahkamah Agung yang mulai dibuka 11 Februari hingga 2 Maret 2016. Ari Saputra/detikcom.
Gedung KY (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi Yudisial (KY) kembali mengelar seleksi hakim agung periode 2021. Sejumlah nama lolos seleksi administrasi, termasuk nama-nama yang pernah gagal dalam seleksi hakim tahun sebelumnya. Apakah langsung dicoret atau tetap diseleksi sesuai prosedur?

"Dalam seleksi calon hakim agung, Komisi Yudisial (KY) mengedepankan prinsip kecermatan. Ini dilakukan untuk mendapatkan sosok hakim agung yang kredibel dan kompeten," kata komisioner KY Bidang Rekrutmen Hakim, Siti Nurjanah, kepada wartawan, Senin (5/4/2021).

KY meloloskan seleksi administrasi sebanyak 116 nama. Nama-nama yang pernah gagal dan kini mengikuti seleksi ulang di antaranya Achmad Setyo Pudjoharsoyo (Ketua PT Kendari), Artha Theresia Silalahi (Hakim tinggi PT Jakara), Binsar Gultom (hakim PT Banten), Lilil Mulyadi, hingga Sumpeno.

"Saat ini tahapan seleksi baru melewati seleksi administrasi. Selanjutnya, tahapan penjajakan masukan publik. Tahapan ini penting dan KY meminta partisipasi dari masyarakat. Setiap masukan dari publik akan dipertimbangkan," ujar Siti.

Setelah itu, KY akan melakukan seleksi kualitas. Di sini, para calon hakim agung akan diuji, baik kompetensi, integritas, maupun kredibilitasnya.

"Artinya, KY tidak dapat menyatakan calon diterima atau digugurkan secara serta-merta, melainkan harus melalui tahapan seleksi yang sudah ditetapkan," tegas Siti.

Berikut ini sebagian nama yang pernah mendaftar calon hakim agung dan gagal serta kini mendaftar lagi:

1.Hakim tinggi PT Denpasar, Sumpeno. Pernah ikut seleksi calon hakim agung 2019.

Namanya dikenal saat menjadi ketua majelis atas La Nyalla Mattalitti dan ia menjatuhkan vonis bebas. La Nyalla kini menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

2. Hakim ad hoc Tipikor Jakarta, Reny Helida Ilham Malik. Dua kali ikut seleksi calon hakim agung yaitu 2017 dan 2019.

Nama Reny belakangan menghiasi media massa karena menyunat hukuman para terdakwa kasus Jiwasraya dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara, yaitu mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Dirkeu Jiwasraya Haru Prasetyo. Adapun hukuman Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya disunat hukumannya dari penjara seumur hidup menjadi 18 tahun penjara.

3. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Ambon Lilik Mulyadi. Pernah ikut seleksi calon hakim agung 2019. Nama Lilik belakangan kerap dipanggil KPK untuk menjelaskan kasus Rohadi. Sebab, saat menjadi Ketua PN Jakut, terdapat skandal vonis pelecehan seksual dengan terdakwa Saipul Jamil.

4. Binsar Gultom
Binsar pernah ikut seleksi calon hakim agung, calon pimpinan KPK dan calon pimpinan KY. Nama Binsar hampir tiap hari menghiasi media massa saat menjadi anggota majelis hakim untuk terdakwa Jessica Kumala Wongso. Binsar mengadili kasus kematian Wayan Mirna Salihin.

Simak juga video 'KY Gandeng KPK Telusuri Rekam Jejak Calon Hakim Agung':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/aud)