Saran Muhammadiyah Atasi Cara Berpikir Sempit yang Diungkap Ma'ruf Amin

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 07:46 WIB
Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Muti di Kudus, Minggu (26/5/2019).
Abdul Mu'ti (Foto: Akrom Hazami/detikcom)
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berbicara umat yang berpikiran sempit membuat negara Muslim tertinggal. PP Muhammadiyah menyadari bahwa pemikiran sempit itu menjadi realitas saat ini yang perlu dipecahkan bersama.

"Salah satu masalah yang dihadapi umat Islam adalah kejumudan yaitu berpikir sempit dan tertutup. Kejumudan adalah pangkal ekstremisme, primordialisme, radikalisme, dan fanatisme golongan yang berlebihan. Kejumudan adalah sikap anti ilmu pengetahuan dan menolak kemajuan," kata Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).

"Apa yang disampaikan oleh Wapres Ma'ruf Amin adalah realitas masalah yang harus kita selesaikan," sambungnya.

Menurut Mu'ti masyarakat yang berpikiran sempit dan tidak percaya dengan pandemi Corona harus diyakinkan dengan pemahaman agama dan ilmiah. Dia menilai sosialisasi mengenai hal itu belum terlalu masif.

"Masyarakat dan umat perlu terus menerus mendapatkan pencerahan dan sosialisasi yang benar tentang COVID-19 dari sudut pandang agama dan sains. Selama ini sosialisasi tentang belum cukup luas sehingga masyarakat justru berspekulasi dan bersikap negatif," kata dia.

"Pemerintah perlu bekerjasama dengan semua pihak termasuk dengan media agar masyarakat dapat memahami COVID-19 dengan benar dan bekerjasama dalam penanggulangan," tutur dia.

Lebih lanjur, Mu'ti juga menanggapi kaum berpikiran sempit rentan terpengaruh paham radikalisme. Dia menilai masalah radikalisme sangat kompleks.

"Akar radikalisme itu sangat kompleks. Tidak melulu karena masalah pemahaman agama. Memang agama adalah salah satu faktor. Tetapi jangan hanya melihat pada aspek agama. Radikalisme bisa juga disebabkan oleh faktor ketidakadilan politik, ekonomi, hukum, dan sosial. Sebagian juga karena faktor psikologis misalnya diskriminasi, kekosongan jiwa, putus asa, dan masalah lainnya," jelasnya.

Tonton video 'Blak-blakan Ali Imron: Jadi Teroris Itu Cuma Butuh Dua Jam':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2