Round-Up

Aksi Tega Penyiksa Satwa Langka Simpai di Sumbar Sambil Tertawa

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 04 Apr 2021 23:25 WIB
Video viral 4 pria siksa simpai di Sumatera Barat (dok. Istimewa)
Foto: Video viral 4 pria siksa simpai di Sumatera Barat (dok. Istimewa)
Jakarta -

Satwa langka simpai disiksa oleh sekelompok orang di Sumatera Barat (Sumbar). Para pelaku melakukan aksi penyiksaan itu sambil ketawa-ketawa.

Penyiksaan satwa langka simpai ini viral di media sosial. Aksi ini diketahui terjadi di di Jorong Aia Mudiak, Nagari Tambangan, Kecamatan X, Koto Kabupaten Tanah Datar. Lokasi itu adalah habitat simpai.

Dalam video berdurasi 28 detik itu, terlihat empat orang lelaki sedang berusaha menangkap seekor simpai di sebuah pinggir sungai. Mereka terdengar tertawa kencang, saat salah seorang di antaranya yang tidak mengenakan baju memegang ekor satwa.

Satwa itu sendiri terlihat meronta berusaha melepaskan diri, saat ekornya ditarik dengan kencang. Satwa langka itu mencoba untuk lari dan tercebur ke sungai, namun berhasil ditangkap pelaku.

BKSDA dan Ditkrimsus Polda Sumatera Barat (Sumbar) kemudian mencari pelaku. Pencarian itu mendapatkan hasil, pelaku kemudian ditangkap.

"Dari video yang beredar, kita dari BKSDA dan Ditkrimsus Polda Sumbar berhasil mengidentifikasi lokasi kejadian dan juga menemukan para pelaku," kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumatera Barat, Ade Putra, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (4/4/2021).

Petugas mengamankan enam pelaku terkait video penyiksaan simpai itu. Keenamnya memiliki peran masing-masing.

Pelaku berinisial A (17) bertindak sebagai perekam video, lalu ada MR (15) yang memegang Simpai, HF (32) bertindak memegang karung, TPT (16) batik biru yang menyaksikan penyiksaan Simpai, serta JM (45) yang juga berdiri dengan mengenakan kaus hitam. Sedangkan video disebarkan oleh pelaku berinisial RM (18).

"Mereka kita amankan, kita identifikasi dan peristiwanya juga direkonstruksi ulang oleh pelaku disaksikan perangkat nagari, jorong, dan warga," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, kata Ade, vido direkam pada 14 Januari 2021 lalu. Para pelaku menemukan satwa langka itu saat akan mandi di sungai.

"Berdasarkan berdasarkan hasil pemeriksaan terpisah para pelaku dan rekonstruksi ulang diperoleh fakta bahwa para pelaku menemukan satwa tersebut saat akan mandi di sungai. Mereka melihat simpai terjatuh dan terluka, bermaksud menyelamatkannya. Satwa ditangkap, namun satwa itu bereaksi," katanya.

"Melihat hal itu spontan para pelaku tertawa, selanjutnya satwa ditangkap dan dibawa dengan karung ke rumah yang berjarak 30 meter dan diobati. Satwa juga sudah dilepaskan pada hari itu juga," kata dia.

Terhadap para pelaku, diakui Ade, hanya dilakukan pembinaan dalam bentuk surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya di Mapolres Padang Panjang. Pelaku kemudian dipulangkan.

Penyiksa minta maaf

Pelaku penyiksaan satwa langka simpai itu menyampaikan permintaan maaf. Permintaan maaf disampaikan dalam sebuah video unggahan Ditreskrimsus Polda Sumbar melalui laman Instagramnya, @CICCSUMBAR, yang dilihat detikcom, Minggu (4/4/2021).

"Sehubungan dengan viralnya video kami menangkap satwa yang dilindungi sejenis Simpai atau monyet ekor kuning, dengan ini saya Juned warga Mudiak Aia, Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar, mewakili 5 orang yang ada dalam video mengakui salah dan khilaf," kata salah seorang dari keenam pelaku.

Para pelaku mengakui bahwa tindakan yang mereka lakukan membuat gaduh. Penyampaian permintaan maaf itu dilakukan di hadapan para penyidik polisi dan petugas BKSDA Sumbar.

"Kami memohon maaf atas tindakan yang kami perbuat tersebut yang mengakibatkan viralnya video tersebut sehingga membuat kegaduhan," tambah dia.

(lir/aik)