ADVERTISEMENT

Polri: Ada yang Berpendapat Teror Bom Makassar-Serangan Mabes Polri Rekayasa

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 04 Apr 2021 18:49 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menunjukkan akta kematian Elwira Pryadi Zendrato, polisi terduga penembak 6 laskar FPI
Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (Andhika Prasetia/detikcom)

Diketahui sebelumnya, pasangan suami istri (pasutri) inisial L dan YSF adalah pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar. Ada peran 16 terduga teroris yang mendukung aksi mereka.

Hal ini terungkap usai tim dari Densus 88 Mabes Polri melakukan penyelidikan dan mengejar sejumlah terduga teroris di Makassar usai pasutri bomber melaksanakan aksinya pada Minggu (28/3) lalu. Belum dirincikan lebih lanjut terkait peran masing-masing dari 16 orang tersebut, sampai saat ini mereka hanya dipastikan turut membantu pasutri bomber.

"Sebanyak 16 orang ini masih dalam pemeriksaan. Perannya sudah ketahuan tapi kita masih akan terus mendalami," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada detikcom, Kamis (2/4).

Di antara 16 orang yang ditangkap di Makassar ini ada yang bertugas merakit bom, hingga ada yang melakukan observasi tempat yang menjadi sasaran tempat bom bunuh diri.

Sementara itu, Markas Bhayangkara diserang oleh seorang perempuan berpistol, Zakiah Aini (25), pada Rabu (31/3) sore. Polisi langsung melumpuhkan Zakiah yang mencoba melakukan aksi teror.

Penyerangan ini terjadi beberapa hari setelah kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Penyerangan terhadap Mabes Polri itu terjadi pada Rabu (31/3), pukul 16.30 WIB.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut awalnya Zakiah Aini masuk dari pintu belakang Mabes Polri dan sempat berbincang-bincang terlebih dahulu dengan petugas serta menanyakan lokasi kantor pos.

Setelah itu, Zakiah Aini meninggalkan pos penjaga dan pergi ke arah pos siaga di dekat gerbang utama. Di sanalah terjadi baku tembak antara Zakiah Aini dan petugas hingga akhirnya dia tewas.


"Kemudian terhadap tindakan tersebut dilakukan tindakan tegas terukur kepada yang bersangkutan. Kemudian dari hasil olah TKP ditemukan identitas yang bersangkutan bernama ZA umur 25 tahun, alamat di Jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur," sambungnya.

Sebelum mengeluarkan pistol, Zakiah sempat membawa map kuning yang di dalamnya berisikan amplop dengan kata-kata tertentu. Polri mengungkap tersangka penyerangan, Zakiah Aini, merupakan pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS.


(whn/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT