Round-Up

6 Fakta Anyar dari Pengemudi 'Koboi' yang Kini Jadi Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 04 Apr 2021 05:49 WIB
Muhammad Farid Andika, pengemudi Fortuner koboi adalah CEO dan Founder Restock. Foto diambil dari laman Restock.id
Foto: Muhammad Farid Andika, pengemudi Fortuner 'koboi' adalah CEO Restock. (dok.istimewa)

Dijerat UU Darurat

Yusri mengatakan Muhammad Farid Andika dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena kepemilikan airsoft gun tanpa izin. Atas perbuatannya itu, ia terancam hukuman di atas 5 tahun penjara.

"Kita tahan karena memang bisa ditahan. Ancamannya kan cukup tinggi, lebih dari 5 tahun ancamannya. Makannya sekarang ini kita lakukan penahanan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Gereja Santa Perawan Maria, Jaksel, Sabtu (3/4/2021).

Muhammad Farid Andika adalah CEO Restock

Dari penelusuran detikcom, Sabtu (3/4/2021) pada laman Restock.id, Muhammad Farid Andika menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO).

Pada bagian informasi 'Tim Kami' di laman Restock.id, Muhammad Farid Andika disebutkan sebagai Direktur Utama yang memimpin pengurusan atas seluruh kegiatan usaha Restock. Farid Andika ikut yang ikut mendirikan Restock dan tercatat sebagai co-founder menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2010.

Farid juga memiliki Sertifikasi Fintech P2P Lending pada tahun 2019 dan sertifikasi Wakil Manager Investasi pada tahun 2013. Muhamad Farid Andika disebutkan berpengalaman lebih dari 10 tahun di dunia perbankan, ritel dan konsultasi keuangan.

detikcom telah mencoba menghubungi pihak Restock lewat nomor telepon yang tertera di website restock.id untuk mengonfirmasi lebih jauh, namun belum ada tanggapan.

Dites Urine

Polisi telah mengambil tes urine Muhammad Farid Andika, pengemudi Fortuner 'koboi' di Duren Sawit, Jakarta Timur. Tes urine dilakukan untuk mengetahui apakah Muhammad Farid Andika terpengaruh miras atau narkotika saat melakukan penodongan kepada warga.

"Kita sudah tes urine yang bersangkutan ke RS Kramat Jati, hasilnya masih belum kita dapat. Nanti kalau sudah kita dapat disampaikan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Sabtu (3/4/2021).

Simak di halaman selanjutnya, korban sudah diperiksa

Selanjutnya
Halaman
1 2 3