Cek Keamanan Gereja Kristus Raja, Kapolda Metro: Kewaspadaan Ditingkatkan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 17:00 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Farih/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengunjungi Gereja Katolik Kristus Raja, Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat (Jakpus), sore ini. Kedatangan Fadil ke gereja ini dalam rangka pengamanan misa Jumat Agung.

Pantauan detikcom, Jumat (2/4/2021), sekitar 15.20 WIB, Fadil tiba di lokasi. Dia yang didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus langsung masuk ke area gereja.

Di dalam area gereja, dia disambut oleh Romo Jacobus Tarigan. Setelah bertegur sapa, Fadil dan Romo Jacobus langsung masuk ke gereja yang dipakai untuk tempat beribadah.

Setelah meninjau pelaksanaan misa Jumat Agung, Fadil mengatakan situasi Jakarta hingga kini terbilang aman. Semua kebaktian, kata dia, berjalan dengan lancar, dan damai. Namun kewaspadaan tetap ditingkatkan.

"Kewaspadaan pasti kita tingkatkan terkait dengan peristiwa bom di Gereja Katedral Makassar. Jauh sebelum perayaan Paskah ini, mulai Kamis Putih, Jumat Agung, sampai nanti Minggu Paskah kita melakukan patroli. Kita sudah mengontrol sistem pengamanan dari setiap gereja, kemudian objek vital," kata Fadil di lokasi.

Dia menyebut polisi tidak sendiri dalam melakukan pengamanan. Polisi bersama TNI, Satpol PP, dan pihak internal setiap gereja akan bersinergi menjaga keamanan perayaan Paskah.

"Semuanya (diamankan), 913 gereja kita amankan dengan 5.590 personel. Itu gabungan TNI-Polri untuk supaya pelaksanaan tiga hari perayaan Paskah bisa berjalan lancar," katanya.

"Mari kita jaga kesejukan-kedamaian Jakarta dengan penuh kasih, saling mengasihi dan saling menyayangi. Saya kira itu penting, kalau kita saling mengasihi, kita saling menyayangi, akan damai," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Romo Jacobus menilai, dalam perayaan Paskah kali ini, negara turut hadir. Sebab, dengan kewaspadaan yang tinggi, TNI-Polri dapat mencegah aksi teror seperti di Gereja Katedral Makassar agar tidak terulang.

"Kami merasa benar-benar juga negara hadir. Karena kemarin juga Pak Kapolda, Pangdam, dan ini menunjukkan bagi kami bahwa negara hadir dan kita hadapi bersama-sama. Ini kan bukan masalah agama sebenarnya ya. Ini adalah masalah kita yang harus hadapi bersama," ujarnya.

(fas/idn)