Wisatawan Danau Toba Turun Drastis hingga 93,83%, Ini Kata Ketua MPR

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 12:52 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menghadiri Pelantikan DPW Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Provinsi DKI Jakarta 2021-2026 secara virtual dari Ruang Kerja Ketua MPR RI. Dalam kesempatan ini, Bamsoet berpesan untuk tak hanya terpaku pada metode dan cara konvensional dalam mewujudkan percepatan pembangunan pariwisata Danau Toba.

Pada pertemuan yang berlangsung Kamis (1/4) ini, Bamsoet juga menekankan perlunya kreasi dan inovasi serta membangun kesadaran kolektif dukungan masyarakat dari berbagai daerah dalam pembangunan pariwisata ini. Ia menilai Danau Toba bukan hanya milik masyarakat Sumatera Utara, melainkan milik Bangsa Indonesia.

"Sebagai manifestasi dari konsep negara kesatuan, setiap daerah harus saling menopang satu sama lain dalam berbagai aspek, termasuk pengembangan pariwisata. Kerja sama konstruktif sebagai wujud gotong royong antarmasyarakat daerah akan menjadi pondasi yang memperkokoh ikatan kebangsaan, khususnya dalam membangun optimisme di tengah suasana keprihatinan akibat pandemi COVID-19," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (2/4/2021).

Lebih lanjut, Bamsoet mengungkap data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di 2020 mencatat adanya penurunan jumlah wisatawan ke Sumatera Utara yang drastis dibandingkan periode yang sama di 2019. Ia merinci pada periode November 2020, jumlah wisatawan yang berkunjung menjadi 1.366 kunjungan dari jumlah sebelumnya 22.128 kunjungan.

Angka ini, lanjut Bamsoet, menunjukkan adanya penurunan sebesar 93,83%. Ia menyebutkan pada periode bulan yang sama, tingkat hunian kamar hotel berbintang juga hanya terisi sekitar 34,41%.

Bamsoet menambahkan, tak hanya Sumatera Utara, secara nasional jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia juga turun drastis.

"Dari 1,29 juta kunjungan pada Januari 2020 menjadi hanya 141.260 kunjungan pada Januari 2021. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel kelas bintang pada Januari 2021 hanya tercatat sebesar 30,35 persen. Turun dibandingkan Januari 2020 yang mencapai 49,17 persen. Tidak lain karena penutupan penerbangan internasional sebagai dampak pandemi COVID-19," papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini berharap masifnya vaksinasi COVID-19 yang dilakukan pemerintah Indonesia juga berbagai pemerintahan negara dunia lainnya akan semakin mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Khususnya untuk sektor pariwisata yang menurutnya paling terpukul oleh pandemi COVID-19.

"Diperkirakan sekitar 30 juta lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi terdampak oleh pandemi COVID-19. Menurut catatan KADIN, hingga penghujung tahun 2020, total kerugian pada sektor pariwisata di Indonesia telah mencapai lebih dari Rp 10 triliun," tandas Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet turut mengapresiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang telah meluncurkan 'Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia'. Sebagai turunannya, terang Bamsoet, Kemenparekraf juga meluncurkan gerakan 'Beli Kreatif Danau Toba'. Adapun gerakan ini merupakan wadah promosi produk-produk kreatif dari pelaku UMKM di sekitar Danau Toba.

"Pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba memang tidak dapat dilepaskan dari keberpihakan terhadap UMKM. Karena dari sekitar 6.000 UMKM di tujuh Kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba, semuanya menggantungkan usahanya dari sektor pariwisata," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, pertemuan ini dihadiri pula oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung, Ketua Dewan Pakar DPW KMDT Provinsi Sumatera Utara Binari Manurung, dan Ketua DPW KMDT Provinsi DKI Jakarta Hasudungan Sihombing.

(mul/ega)