MAKI Tak Sepakat Eks Koruptor Dianggap Penyintas Korupsi: Sesat Logika!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 08:48 WIB
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman.
Boyamin Saiman (Farih/detikcom)
Jakarta -

KPK menganggap para mantan narapidana kasus korupsi sebagai penyintas korupsi. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (KAMI) menilai anggapan KPK yang menyebut eks koruptor sebagai penyintas korupsi sesat.

"Bahasaku gini, sesat berpikir, sesat logika, dan sesat-sesat lainnya. La bagaimana, sudah dinyatakan bersalah, terus kemudian seakan-seakan dijadikan kader untuk pemberantasan korupsi, kan kayak nggak ada orang baik. Ini orang lain masih banyak untuk dijadikan kader antikorupsi," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

"Saya aja, ICW, dan lain-lain tidak pernah mendapatkan penghargaan terima kasih dari KPK, malah mereka yang mau dijadikan kader, itu gimana? Segala sesat, sesat dari segala sesat," lanjutnya.

Boyamin mengatakan penyintas adalah orang yang mampu bertahan dari musibah. Dia menilai korupsi bukanlah musibah, melainkan kemauan sendiri.

"Penyintas itu kalau ada musibah, masak kena korupsi dianggap musibah. Itu betul musibah bagi pribadi-pribadinya. Kan ada beberapa koruptor, saya kan pernah kunjungan ke Sukamiskin, saya tanya 'kok pada ketangkap' ya apes aja gitu, terus musibah, katanya gitu," ucap Boyamin.

"(Penyintas) itu harus ada musibah yang menimpa seseorang atau banyak orang, yang kemudian musibah orang itu selamat. Misalnya Merapi, dia berjuang di balik pohon sehingga selamat, itu penyintas. Atau serangan kanker, perempuan-perempuan banyak yang meninggal tapi ada yang selamat menjadi sehat, itu penyintas," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2