Mendagri Beri Lampu Hijau soal Usulan Pembangunan IPDN Sumsel

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 22:09 WIB
Pemprov Sumsel
Foto: dok. Pemprov Sumsel
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memberikan lampu hijau terkait rencana Gubernur Sumsel, Herman Deru untuk mendirikan IPDN Cabang Sumsel. Ini dikatakan Tito usai meninjau gerakan menyukseskan vaksinasi nasional bersama Kemenkes dan Grab Indonesia di Dining Hall Komplek Jakabaring Sport City (JSC).

Tito mengatakan ia sudah berkomunikasi langsung dengan gubernur yang akrab disapa HD ini terkait usulan mendirikan kampus tersebut. Menurutnya hal tersebut sangat memungkinkan karena IPDN yang ada saat ini untuk Sumatera bagian utara adanya di Bukittinggi. Sebelumnya usulan serupa juga dilakukan Riau namun masih terkendala.

"Iya saya sudah bicara dengan Pak Gubernur, kita akan carikan opsi untuk Sumbagsel agar tidak harus lagi ke Jakarta, atau ke Bukit Tinggi untuk mereka yang dari Bengkulu, Lampung, Babel dan Jambi termasuk Sumsel nanti bisa di sini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).

Tito mengatakan Kemendagri sudah meminta kelengkapan dokumen ke Pemprov Sumsel terkait usulan tersebut, terutama kesiapan tanah yang jelas sebagai syarat terpenting. Ia juga mengakui usulan pendirian Kampus IPDN di Pagaralam oleh HD sangat pas mengingat kondisi Kota Pagaralam yang sangat nyaman.

"Kalau memang memenuhi dan ada tanahnya jelas dan ada sertifikatnya siapkan saja, termasuk kesiapan masyarakatnya kami juga akan follow up. Insyaallah kita doakan bisa," tegas Tito.

Melihat respons positif ini, Gubernur Sumsel, Herman Deru usai mengantar kepulangan Mendagri, ia menyerahkan langsung surat permohonan dukungan atas pembangunan Kampus IPDN di Kota Pagaralam dengan Nomor 642/0809/I/2021 Tertanggal 31 Maret 2021 yang langsung ditandatangani olehnya.

Dalam surat tersebut, ia memaparkan tujuan mengusulkan pembangunan Kampus IPDN di Sumsel. Salah satunya dalam rangka memenuhi kebutuhan daerah terhadap SDM yang berjiwa kepamongan, profesional, dan kompeten untuk melakukan pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat guna mendukung program-program pemerintah di 17 kabupaten/kota di Sumsel khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Menurutnya Pemprov Sumsel berencana mendirikan kampus IPDN Regional di Kota Pagaralam Sumsel. Selain itu ia juga menjelaskan progres usulan tersebut dimulai dari pembicaraan awal dengan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik selaku Ketua Umum DPN IKAPTK pada saat pelantikan dan pengukuhan pengurus DPP IKAPTK Sumsel Periode 2021-2021 Di Gariya Agung pada 7 Maret lalu.

Dalam surat tersebut ia menjelaskan Wali Kota Pagaralam melalui suratnya tanggal 18 Maret 2021 Nomor 050/200/BAPPEDA-II/2021 mengenai kesiapan lahan seluas lebih kurang 20 hektare untuk mendukung pembangunan kampus IPDN Regional di Kota Pagaralam serta Ketua DPRD Pagaralam melalui suratnya tanggal 18 Maret 2021 Nomor 170/12/DPRDKPAI/2021 yang pada pokoknya memberikan dukungan pada walikota Pagaralam atas oembabgunan Kampus IPDN di Kota Pagaralam.

"Sehubungan dengan hal tersebut bersama ini kami mengharapkan kiranya Bapak Mendagri dapat menyetujui dan merealisasikan rencana pembangunan Kampus IPDN Regional di Kota Pagaralam," ujar HD.

Ia berharap alumni praja IPDN diharapkan bisa mengisi ruang kosong, terutama di daerah pemekaran mengalami kekurangan pegawai.

Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Sumsel, Alfrenzi Panggarbesi menyambut dengan gembira disetujuinya usulan Gubernur Sumsel Herman Deru oleh Mendagri, Tito Karnavian terkait dengan usulan akan dibangunnya kampuns IPDN di Sumsel tepatnya di Kota Pagaralam.

"Alhamdulilah, ini kabar yang sangat baik bagi Sumatera Selatan, khususnya kota Pagaralam karena akan dibangun sebuah kampus besar yang akan menjadi pusat pendidikan IPDN yang diperuntukan bagi wilayah Sumbagsel. Artinya orang-orang yang di Sumsel, Jambi, Lampung, dan Bengkulu akan dapat bersekolah di sini. Ini sebuah terobosan yang besar dan akan mempercepat pembangunan di Sumsel khususnya di Kota Pagaralam," ucapnya.

Menurutnya usulan yang disampaikan HD ke Tito sangat mengena dan membuktikan program pembangunan yang dijalankan HD dilakukan secara adil dan merata. Tidak terfokus pada Kota Palembang saja melainkan juga ke kabupaten/kota utamanya Kota Pagaralam.

"Pak Wali Kota juga sudah menyatakan kesediaan ada 20 hektar tanah disiapkan. Efek dari semua ini akan membawa dampak positif bagi kota Pagaralam. Ada kampus besar, ribuan orang akan datang kesitu dan ini akan memberikan efek ekonomi yang besar bagi warga Kota Pagaralam," tandasnya

(prf/ega)