Ada Embargo, Satgas Pastikan Jumlah Vaksin Cukup

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 18:24 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Kebijakan embargo dari India terhadap vaksin AstraZeneca dikhawatirkan berimbas terhadap proses distribusi vaksin COVID-19 ke Indonesia. Satgas Penanganan COVID-19 memastikan jumlah vaksin cukup untuk program vaksinasi nasional.

"Pemerintah memastikan, walaupun saat ini India melakukan embargo vaksin AstraneZeneca akibat lonjakan COVID-19, program vaksinasi nasional akan tetap berjalan sesuai rencana. Hal ini merupakan komitmen pemerintah sehingga masyarakat dapat terlindungi dari COVID-19. Masyarakat diminta untuk tidak khawatir, karena jumlah vaksin sampai saat ini masih mencukupi," kata jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Setpres, Kamis (1/4/2021).

Wiku menuturkan kebijakan embargo India terhadap vaksin AstraZeneca menjadi pelecut bagi pemerintah untuk mandiri dalam hal vaksinasi. Dia menyebut Indonesia memiliki kemampuan untuk mengembangkan vaksin COVID-19 sendiri.

"Pada prinsipnya embargo vaksin AstraZeneca semakin menegaskan kemandirian bangsa dalam memproduksi vaksin untuk mengurangi ketergantungan terhadap vaksin yang berasal dari luar Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki berbagai alternatif platform dalam mengembangkan vaksin COVID-19 secara mandiri. Dengan demikian, Indonesia memiliki keleluasaan untuk memilih platform yang tepat dan sesuai untuk mengurangi ketergantungan terhadap vaksin impor," papar Wiku.

Karena itu, Wiku memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan. Pemerintah menargetkan produksi vaksin Merah Putih akan mulai berjalan pada awal 2022 mendatang.

"Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengembangkan vaksin COVID-19 secara mandiri, pengembangan vaksin Merah Putih terus dilakukan dan ditargetkan bibitnya bisa segera diserahkan kepada PT Bio Farma untuk dilakukan uji klinis. Diharapkan produksi vaksin Merah Putih dapat dilakukan pada awal tahun 2022," sebut Wiku.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan stok vaksin Corona di Indonesia terdampak embargo yang dilakukan oleh India. Imbasnya, pada April nanti Indonesia hanya memiliki stok 7 juta vaksin dari Sinovac.

"Ada berita buruk, si India itu termasuk yang naik karena dia naik dia embargo vaksinnya tidak boleh keluar AstraZeneca yang dikirim ke WHO atau GAVI," kata Budi saat rilis survei Charta Politika, Minggu (28/3).

"Bulan Maret, kebetulan Sinovac-nya masih cukup banyak, saya mau lapor ke kakak-adik gubernur, bulan April Sinovac-nya cuma 7 juta," sambung dia.

(zak/tor)