Dukung Ekualitas Gender, Gojek Gelar Diskusi Closing the 100-Year Gap

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 08:35 WIB
Gojek
Foto: Gojek
Jakarta -

Berdasarkan Laporan Indeks Kesenjangan Gender Global yang dirilis World Economic Forum pada 2020, membutuhkan hampir 100 tahun untuk menghapus kesenjangan gender di tingkat global. Bahkan, di kawasan Asia Pasifik isu ini membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu 163 tahun. Artinya, tidak ada seorang pun yang dapat menyaksikan kesetaraan gender sepanjang hidup mereka.

Sebagai perusahaan teknologi yang memiliki dampak sosial sebagai DNA-nya, Gojek memperingati Bulan Sejarah Perempuan dengan menggelar serangkaian diskusi mengenai tantangan dan peluang dalam mencapai kesetaraan gender di Gojek dan seluruh ekosistemnya.

Gojek menjadi tuan rumah diskusi virtual dengan tema 'Closing the 100-Year Gap' bersama para pemimpin dengan latar belakang yang beragam untuk berdiskusi mengenai upaya kolektif dalam mempercepat kesetaraan gender.

Diskusi ini dipandu oleh Group Head of Sustainability Gojek Tanah Sullivan sebagai moderator dan menghadirkan para pembicara seperti Head of Product Engineering Platforms Gojek Feng Chen, VP of Public Relations Asia Pasifik Netflix Amy Kunrojpanya, Senior Manager, Public Policy and Economic Graph LinkedIn Kristin Keveloh dan Representative and Liaison to ASEAN di UN Women Indonesia Jamshed Kazi.

"Sebagai bagian dari upaya Diversity, Equity and Inclusion (DEI) yang dicanangkan perusahaan, kami akan selalu mengutamakan kesetaraan gender dengan memfasilitasi dan mendorong diskusi yang bermanfaat, baik di dalam maupun luar Gojek. Secara internal, kami juga tengah memetakan kesenjangan di berbagai divisi dan negara di mana kami beroperasi serta menghadirkan berbagai inisiatif dan membuat target terkait pengintegrasian aspek keberagaman ke dalam proses rekrutmen karyawan, pengembangan SDM, serta program-program kepemimpinan," ucap Tanah dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).

Sebelumnya, Gojek juga telah melakukan serangkaian diskusi untuk karyawan Gojek dalam upaya meningkatkan pemahaman dan mendorong dialog seputar berbagai tantangan yang dihadapi perempuan.

Salah satu sesi tersebut turut mengundang Co-Director Hollaback! Jakarta Anindya Restuviani yang telah berbagi kepada semua orang, termasuk laki-laki, tentang cara mengambil tindakan tegas dalam menghilangkan pelecehan seksual.

Membangun Kelompok Sumber Daya Karyawan Perempuan

Selain menggelar serangkaian diskusi, Gojek juga telah membentuk Women@Gojek, yang merupakan Kelompok Sumber Daya Karyawan atau Employee Resource Group (ERG) sebagai upaya perusahaan dalam menciptakan tempat kerja yang inklusif, setiap orang dapat terlibat, selalu didukung dan selalu dihargai.

Women@Gojek yang dipimpin oleh karyawan Gojek bertujuan untuk menjadikan perusahaan sebagai tempat yang aman dan mendukung bagi perempuan untuk membuat perubahan positif di dalam Gojek.

Untuk mengembangkan keahlian dan potensi kepemimpinan karyawan perempuan Gojek, Women@Gojek memiliki misi yang fokus pada empat pilar yakni sebagai berikut.

1. Pilar Jaringan; inisiatif untuk membangun komunitas yang kuat di antara para perempuan.
2. Pilar Pertumbuhan & Perkembangan; menyediakan pelatihan, mentorship, dan sistem pendukung untuk perempuan mengembangkan karirnya.
3. Pilar Kebijakan; berfokus pada rekomendasi kebijakan jangka panjang di Gojek kepada para manajemen sesuai kebutuhan karyawan.
4. Pilar Visibilitas; fokus pada kolaborasi dengan kelompok karyawan perempuan di perusahaan teknologi lain.

Selain upaya internal untuk mengedepankan kesetaraan gender, Gojek juga menjadi pioner untuk berkontribusi pada budaya keamanan di ruang publik melalui inisiatif #AmanBersamaGojek. Inisiatif ini telah mendapatkan penghargaan sebagai pemenang utama dan kedua di kawasan Asia Pasifik untuk UN Women Asia-Pacific Women's Empowerment Principles Awards pada 2020.

Simak juga 'Pandangan Dian Sastro Soal Diskriminasi Gender di Tempat Kerja':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)