Pengacara Tersangka ASABRI Keberatan Kejagung Sita Aset di Pontianak

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 19:40 WIB
Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Mulai Diperiksa Sebagai Tersangka
Heru Hidayat (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah aset di Pontianak terkait kasus dugaan korupsi ASABRI dengan tersangka Heru Hidayat. Pengacara Heru, Kresna Hutauruk, menyatakan keberatan atas penyitaan tersebut.

Menurut Kresna, aset yang disita yang dimaksud adalah lahan dan bangunan PT Inti Kapuas Arowana Tbk. Dia menyebut aset yang disita bukan milik Heru.

"Bahwa aset tersebut bukan kepunyaan Pak heru, melainkan milik PT Inti Kapuas dan Ibu Susanti Hidayat pribadi," kata Kresna kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).

Kresna mengatakan PT Inti Kapuas memiliki aset tersebut sejak 2007 dan Susanti sejak 2006. Karena itu, Kresna menilai penyitaan aset itu melanggar perundang-undangan yang ada.

"Sedangkan tempus perkara ASABRI adalah sejak 2012, hal itu menunjukkan perolehan aset tersebut jauh sebelum tempus perkara yang ditetapkan kejaksaan. Sehingga jelas aset-aset tersebut tidak terkait ASABRI dan Kejagung telah asal-asalan dalam menyita aset tanpa menyelidiki dulu aset tersebut berkaitan atau tidak," ujar Kresna.

Pakar administrasi hukum Margarito Kamis menilai apa yang dilakukan penyidik Kejagung bukan penyitaan. Dia menilai penyitaan tak bisa sembarangan dilakukan.

"Penyidik Kejaksaan tak bisa sembarangan menyita aset terkait kasus korupsi. Karena penyitaan aset yang tidak ada kaitannya dengan tindak pidana dan tidak sesuai Pasal 39 KUHAP. Nggak bisa sembarangan melakukan penyitaan, karena melanggar (Pasal 39 KUHAP)," ujar Margarito.

Sebelumnya, tim penyidik Kejagung kembali menyita aset yang diduga milik tersangka kasus korupsi PT ASABRI, Heru Hidayat. Aset tersebut berupa dua bidang tanah dan/atau bangunan dengan luas 1.042 meter persegi yang terletak di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

"Kali ini penyitaan aset milik tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut, yakni aset-aset milik dan/atau yang terkait Tersangka HH berupa dua bidang tanah dan/atau bangunan dengan luas 1.042 meter persegi yang terletak di Kota Pontianak pada Kamis 25 Maret 2021 yang lalu," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam siaran pers, Sabtu (27/3).

Selanjutnya
Halaman
1 2