Ketua Majelis Sidang Ahok-Eks Jamintel Masuk Bursa Calon Hakim Agung

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 18:17 WIB
Gedung Mahkamah Agung, Jakarta
Ilustrasi Mahkamah Agung (Ari Saputra/detikcom)

4. Artha Theresia Silalahi. Saat ini dia menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Jakarta. Nama Artha sempat bikin heboh saat menjatuhkan vonis kepada koruptor Udar Pristono selama 4 tahun penjara. Sebab, setelah divonis oleh Artha, Udar tiba-tiba berdiri dari kursi rodanya dan berjalan menyalami Artha. Di tingkat kasasi, hukuman Udar diperberat jadi 12 tahun penjara karena korupsi bus TransJakarta.

5. Aviantara. Saat ini ia Inspektur di Bawas MA. Vonisnya yang patut disimak ketika dia memberikan hukuman 10 tahun kepada Budi Mulya dalam kasus korupsi Bank Century.

6. Binsar Gultom. Nama Binsar hampir tiap hari menghiasi media massa saat menjadi anggota majelis hakim untuk terdakwa Jessica Kumala Wongso. Binsar mengadili kasus kematian Wayan Mirna Salihin.

7. Dwi Tomo. Saat ini adalah hakim tinggi di MA. Nama Dwi Tomo pernah disebut-sebut dalam kasus pemalsuan pembatalan vonis mati gembong narkoba Hengku Gunawan. Saat itu Dwi Tomo adalah panitera pengganti di perkara tersebut.

Pemalsuan itu membuat salah satu anggota majelis PK, hakim agung Achmad Yamanie, dipecat dari jabatannya. Pemecatan ini menjadi sejarah kelam terbesar pertama sepanjang pengadilan di Indonesia berdiri. Achmad Yamanie juga dilaporkan KY ke Mabes Polri tapi tidak jelas ujungnya.

8. Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Gusrizal. Saat menjadi Ketua PN Jakpus, pengadilannya sempat disorot karena panitera PN Jakpus, Edy Nasution, ditangkap KPK. Penangkapan itu berujung kepada lengsernya Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Di mana Nurhadi saat ini jadi terdakwa kasus korupsi dan banding atas vonis 6 tahun penjara.

9. Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Ambon Lilik Mulyadi. Nama Lilik belakangan kerap dipanggil KPK untuk menjelaskan kasus Rohadi. Sebab, saat menjadi Ketua PN Jakut, terdapat skandal vonis pelecehan seksual dengan terdakwa Saipul Jamil.

10. Hakim tinggi PT Denpasar, Ifa Sudewi. Namanya beberapa kali muncul di media massa terkait kasus PNS tajir PN Jakut, Rohadi. Sebab, Ifa kala kasus itu mencuat menjadi Wakil Ketua PN Jakut. Rohadi kini sedang menjalani hukuman 5 tahun penjara karena kasus korupsi jual-beli putusan Saipul Jamil dan diadili lagi dalam kasus pencucian uang.

11. Dirjen Badilum, Prim Haryadi. Namanya sempat ramai diberitakan karena membuat surat edaran yang melarang wartawan mengambil dokumentasi. Surat itu kemudian dicabut oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Namun saat Syarifuddin menjadi Ketua MA, materi surat edaran itu dihidupkan lagi dan menjadi peraturan MA.

12. Panitera Muda Pidana Umum MA, Sudharmawatiningsih. Saat menjadi Ketua PN Jakbar, ia menjadi ketua majelis kasus Chevron. Oleh Sudharmawatiningsih, para terdakwa Chevron Indonesia dinyatakan bersalah karena korupsi triliunan rupiah. Di tingkat PK, putusan Sudharmawatiningsih itu dianulir dan para terdakwa kasus Chevron bebas.

13. Hakim ad hoc Tipikor Jakarta, Reny Helida Ilham Malik. Nama Reny belakangan menghiasi media massa karena menyunat hukuman para terdakwa kasus Jiwasraya dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. Yaitu mantan Dirut Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Dirkeu Jiwasraya Haru Prasetyo. Adapun Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya disunat hukumannya dari penjara seumur hidup menjadi 18 tahun penjara.

14. Hakim tinggi PT Denpasar, Yanto. Namanya dikenal saat menjadi Ketua PN Jakpus dan menjadi ketua majelis atas terdakwa Setya Novanto. Oleh Yanto, mantan Ketua DPR dan Ketum Golkar selama 15 tahun penjara karena korupsi proyek e-KTP.

15. Hakim tinggi PT Denpasar, Sumpeno. Namanya dikenal saat menjadi ketua majelis atas La Nyalla Mattalitti dan ia menjatuhkan vonis bebas. La Nyalla kini menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD).


(asp/haf)