Usut Kasus 3 Warga Diduga Dibunuh Suku Togutil, Polisi Periksa 10 Saksi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 21:02 WIB
Kabid Humas Polda Malut Kombes Adip Rojikan (dok Polda Malut)
Kabid Humas Polda Malut Kombes Adip Rojikan (dok. Polda Malut)
Jakarta -

Polisi masih mengusut kasus tiga orang yang diduga dibunuh oknum anggota suku Togutil di hutan Patani Timur, Halmahera Tengah, Maluku Utara (Malut). Sebanyak 10 orang saksi diperiksa polisi.

"Masih melakukan proses penyelidikan dalam rangka pengumpulan bahan keterangan dan barang bukti. (Ada) 10 orang saksi diperiksa," kata Kabid Humas Polda Malut Kombes Adip Rojikan, Selasa (30/3/2021).

Dia mengatakan saksi-saksi tersebut ialah korban yang selamat maupun saksi yang pada saat itu mengevakuasi korban. Pengusutan kasus dilakukan penyidik Polres Halmahera Tengah yang dibantu penyidik Dit Reskrimum Polda Malut.

"Pemeriksaan para saksi ini guna melakukan pengembangan dengan mengambil keterangan dari para saksi yang mengetahui keadaan di TKP. Selain itu, Polda dan Polres Halteng tengah menyelidiki pelaku pembunuhan melalui barang bukti yang didapat," katanya.

Penyerangan tersebut terjadi di Desa Masure, Kecamatan Patani Timur, Halmahera Tengah, pada Sabtu (20/3). Tiga orang warga bernama Risno (40), Yusuf (40), dan H Masani (55) diduga tewas akibat diserang menggunakan panah hingga senjata tajam.

Dalam peristiwa penyerangan tersebut, ada empat orang lain yang berhasil menyelamatkan diri, yakni Martawan (45), Jahid Hamid (40), Anto Latani (45), dan Kopda Zen Tehuayo (35), yang merupakan Babinsa setempat di Koramil 1512-02/Patani. Keempat korban sudah pulang setelah sempat dirawat di Puskesmas Tepelo.

Disebutkan, sebelumnya ketujuh orang tersebut hendak berkebun. Namun kemudian mereka diserang.

Pada Kamis (25/3), Kapolres Halmahera Tengah AKBP Nico Andreano Setiawan, Bupati Halmahera Tengah, Dandim Weda, Forkopimda Halmahera Tengah, tokoh agama, dan masyarakat melaksanakan rapat untuk menyikapi kasus pembunuhan 3 warga Patani di hutan Halmahera.

Dari hasil pertemuan tersebut, Kapolres Halteng bersama-sama dengan Forkopimda Halmahera Tengah akan melakukan pembinaan terhadap suku Tobelo Dalam atau juga disebut suku Togutil. Selain itu, Polres Halmahera Timur akan mengambil tindakan sesuai dengan undang-undang yang berlaku dalam kasus tersebut.

Tonton juga Video: Viral Pria Benci dan Bunuh Kucing, Polisi Bergerak

[Gambas:Video 20detik]





(jbr/nvl)