Bareskrim Ungkap Kasus Narkoba Jaringan Sumatera-Malaysia, Sita 42,3 Kg Sabu

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 13:01 WIB
Bareskrim Ungkap Kasus Narkoba Jaringan Sumatera-Malaysia, Sita 42,3 Kg Sabu (Foto: Adhyasta/detikcom)
Barang bukti kasus peredaran narkoba di Sumatera. (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri bersama dengan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan narkoba di Sumatera jaringan Malaysia. Sabu 42,3 kg hingga 95.038 ekstasi berhasil diamankan dalam pengungkapan ini.

"Kami sampaikan sejak tanggal 19 Februari 2021 sampai hari ini Dittipidnarkoba Bareskrim bersama Ditjen Bea Cukai khususnya Sub Direktorat Narkotika melakukan operasi gabungan diberi sandi Dewa Ruci 2021. Kami akan melihat karena ini bulan kedua tapi kami akan merencanakan pada 2 bulan," ujar Dirtipidnarkoba Bareskrim Brigjen Krisno Halomoan Siregar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (30/3/2021).

Krisno membeberkan pengungkapan pertama terjadi di Medan, Sumatera Utara. Pihaknya berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis ekstasi dari Malaysia. Dari kasus ini, Bareskrim menangkap 2 tersangka berinisial W dan Y.

"Pertama kasus pengungkapan 10 ribu butir ekstasi di Tanjung Balai. Tersangkanya adalah ibu atau saudari W dan kurir yang mengantarkan katakanlah Y. Penyidikan ini sudah diketahui Kejaksaan Agung. Dan kami masih menyelidiki TPPU karena yang bersangkutan merupakan pengendali dalam artian barang masuk dari Malaysia sudah teridentifikasi dan ini tujuan akhir dari 10 ribu pil ekstasi itu akan dipasarkan di tempat-tempat hiburan malam di Medan, Sumut," terangnya.

Kemudian, kasus kedua terungkap pada 18 Maret 2021 saat tim gabungan sedang berpatroli di perairan Gosong Deli, Belawan, Sumatera Utara sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Krisno mengatakan ada kapal HSC (high speed craft) yang melintas dan dilakukan pengejaran.

Setelah diberhentikan, kapal tanpa nama itu dikendalikan oleh dua nelayan asal Aceh berinisial RW dan MY. Mereka membawa empat paket kecil dan dua paket besar berisi pil warna merah muda beserta 40 paket kemasan teh Cina yang diduga berisi sabu sebesar 42,3 kg. Selain sabu, ditemukan pula 40 ribu butir ekstasi dan 10 butir happy five.

"Jadi kedua orang ini adalah nelayan dari Aceh lalu dia gunakan kapal didesain dengan kecepatan kencang. Dan ternyata di dalam kapal tersebut ditemukan sabu sebesar 42,3 kg. Lalu pil ekstasi 40.038 butir dan happy five 10 butir. Kami lihat ada penyisihan barang. Ketika kami tanya, itu katanya barang contoh yang akan dites oleh penjemput namun sebelum penjemput ambil teman-teman Bea Cukai dan tim satgas NIC berhasil menindak kedua tersangka ini," tutur dia.

Kasus ketiga terungkap pada 20 Maret 2021 di Batam, Kepulauan Riau. Krisno mengatakan, dalam pengungkapan itu, 45 ribu butir ekstasi berhasil diamankan. Tiga tersangka berinisial MA, MM, dan FK yang berhasil ditangkap mengaku disuruh seorang wanita dari Malaysia.

"Akhirnya tanggal 20 Maret Sabtu pagi di TKP pertama berhasil ditindak pelaku MA dengan barang bukti 45 ribu butir ekstasi. Lalu tim kembangkan ke TKP kedua Inisial MM dan FK. Ini kami duga akan diedarkan di tempat hiburan malam di Batam. Jadi kami deteksi tersangka yang kendalikan. Tanpa maksud tujuan menyebut negara tertentu, tapi kami menemukan bahwa tersangka seorang wanita ini ada di Malaysia," tandas Krisno.

Dengan demikian, jika ditotal maka terdapat 42,3 kg sabu, 95.038 ribu butir ekstasi, dan 10 butir happy five diamankan dalam tiga kasus itu. Akibat perbuatannya itu, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsidair Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

(mae/mae)