Tim Survei BPPT Cek Kondisi Kuburan Menggelembung di Padang Pariaman

Jeka Kampai - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 23:11 WIB
Tim BPPT mensurvei tanah kuburan di Padang Parimaman yang menggelembung untuk memastikan kondisi permakaman. (Jeka Kampai/detikcom)
Foto: Tim BPPT mensurvei tanah kuburan di Padang Parimaman yang 'menggelembung' untuk memastikan kondisi permakaman. (Jeka Kampai/detikcom)
Padang Pariaman -

Kuburan di Korong atau Kampung Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) membuat heboh karena tanahnya meninggi hampir 1,5 meter. Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mensurvei untuk memastikan kondisi permakaman.

"Saya dimintai bantuan untuk melakukan survei pendahuluan. Hasilnya nanti akan dilaporkan ke Pak Ridwan Djamaluddin (Dirjen Minerba Kementerian ESDM) dan pihak BPPT," kata ahli Geologi Sumbar, Ade Edwar, kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Ade datang ke lokasi dan memeriksa sejumlah hal terkait kuburan tersebut, terutama struktur tanah.

Pantauan detikcom di lokasi, Ade terlihat mengukur panjang dan lebar makam. Selain itu, dia juga membandingkan bentuk tanah kuburan aneh tersebut dengan tanah kuburan di sekitarnya yang semuanya dalam kendisi normal.

Survei pendahuluan ini untuk memastikan apakah fenomena meningginya tanah kuburan itu memang fenomena yang terjadi secara ilmiah atau hasil dari rekayasa oknum-oknum tertentu.

Tim BPPT mensurvei tanah kuburan di Padang Parimaman yang 'menggelembung' untuk memastikan kondisi permakaman. (Jeka Kampai/detikcom) (Jeka Kampai/detikcom)

"Analisis awal ini adalah proses standar sebelum dilakukannya penelitian lebih lanjut," kata mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar itu.

Menurutnya, jika fenomena itu terjadi secara alamiah, maka akan ada tim lanjutan yang akan melakukan penelitian lebih lanjut.

"Untuk kasus seperti ini, bisanya akan menggunakan survei bawah permukaan dengan menggunakan georadar," katanya.

Georadar merupakan metode geoteknik dengan memanfaatkan gelombang radar untuk memvisualkan objek yang berada di bawah permukaan tanah. Nantinya, akan ada alat yang terdiri dari unit kontrol, antena pengirim dan antena penerima dan penyimpanan data yang sesuai dengan peralatan display yang dipasang di area itu.

Diberitakan sebelumnya, tanah kuburan tersebut meninggi sejak sekitar 2 pekan lalu. Tak ada nama di nisan kuburan yang tanahnya 'menggelembung' tersebut.

Saat ini, pihak pemerintah kampung memasang tali sebagai pagar sementara di sekitar area kuburan untuk menghindari terjadinya perusakan. Selain itu juga dipasangi kain putih.

Simak penjelasan geolog soal tanah kuburan 'menggelembung' di halaman berikutnya.