Sopir Ambulans PMI di Padang Dianiaya hingga Luka, Polisi Turun Tangan

Antara News - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 11:20 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Foto: Ilustrasi penganiayaan. (Edi Wahyono-detikcom)
Padang -

Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengusut kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh anggota Palang Merah Indonesia (PMI) usai membawa jenazah dengan ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar.

"Kami telah menerima laporan dari anggota PMI tersebut dan akan ditindak lanjuti serta dilakukan penyelidikan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, di Padang, seperti dilansir Antara, Senin (29/3/2021).

Pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi dan telah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian. Penganiayaan itu mengakibatkan korban yang bernama Rudi Salam (23) mengalami sejumlah luka memar dan lebam seperti di bibir, dahi, pipi, serta kepala.

Kasus itu bermula ketika Rudi Salam sebagai anggota PMI ikut bergabung dalam upaya pencarian serta evakuasi tiga mahasiswa yang dinyatakan hilang karena terseret air bah di air terjun Lubuk Hitam Bungus, pada Sabtu (27/3) pagi.

"Saya bertugas membawa jenazah mahasiswa yang telah ditemukan oleh tim SAR gabungan dari lokasi ke rumah sakit," kata korban dihubungi via telepon.

Ketika mengantar korban untuk menjalankan tugas kemanusiaannya ke Rumah Sakit Bhayangkara, jenazah telah diserahkan ke pihak rumah sakit untuk proses autopsi dan lainnya.

Namun dipan dorong (brankar ambulans) milik PMI sedang digunakan oleh jenazah, sehingga ia menunggu proses selesai.

Korban lalu membawa ambulans ke luar pekarangan rumah sakit untuk diparkir, karena parkir rumah sakit penuh dan saat itu vaksinasi juga tengah berlangsung di rumah sakit.

"Ambulans lain juga akan masuk ke rumah sakit, maka ambulans PMI saya parkirkan di pinggir jalan yang tak jauh dari rumah sakit," katanya.

Hanya saja ketika itu datang seorang laki-laki yang meminta ambulansnya dipindahkan, dengan alasan itu tempatnya biasa berjualan.

"Saya sudah jelaskan kepada orang itu bahwa saya parkir hanya sebentar untuk menunggu brankar, namun ia tetap menyuruh pindah," katanya.

Kendati kesal dengan sikap egois orang tersebut, Rudi Salam tetap memindahkan parkir mobilnya ke Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III yang bersebelahan dengan rumah sakit.

"Ketika memindahkan mobil itu saya agak meninggikan gas mobil karena merasa kesal," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2