Kasus Asabri, Kejagung Sita Hotel-Matahari Mall Pontianak Milik Benny Tjokro

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 21:16 WIB
Mal dan hotel di Pontianak yang disita Kejagung. (Dok Puspen Kejagung)
Mal di Pontianak yang disita Kejagung. (Dok Puspen Kejagung)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita enam bidang tanah dan bangunan sebagai aset milik tersangka kasus korupsi PT Asabri, Benny Tjokrosaputro (BTS). Aset yang disita termasuk mal di Pontianak.

"Kali ini penyitaan aset milik Tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut yakni asset-aset milik dan atau yang terkait Tersangka BTS berupa 6 (enam) bidang tanah dan/atau bangunan diatasnya hari Kamis 25 Maret 2021 yang waktu lalu," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam siaran pers, Sabtu (27/3/2021).

Penyidik dari Kejagung menyita aset-aset Benny Tjokro setelah mendapatkan penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak. Intinya, pengadilan memberi izin kepada penyidik untuk menyita tanah dan bangunan di Kota Pontianak itu.

Berikut aset milik atau yang berkaitan dengan tersangka Benny Tjokro, sesuai Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak Nomor : 10/Pen.Pid.Sus-TPK/2021 /PN.PTK tanggal 24 Maret 2021:

1. Sebidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 469 yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 9.820 meter persegi;

2. Sebidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 511 yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 577 meter persegi;

"Di atas 2 (dua) bidang tanah tersebut, berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Mall Matahari Pontianak," kata Leonard Eben Ezer.

3. Sebidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 38 (dahulu No 2058) yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 2.034 meter persegi;

4. Sebidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No. 57 (dahulu No. 2055) yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 93 meter persegi;

"Di atas dua bidang tanah tersebut berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Hotel Maestro Pontianak," kata Leonard Eben Ezer.

Mal dan hotel di Pontianak yang disita Kejagung. (Dok Puspen Kejagung)Hotel di Pontianak yang disita Kejagung. (Dok Puspen Kejagung)

5. Sebidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 58 (dahulu No 2057) yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 166 meter persegi;

6. Sebidang tanah dan/atau bangunan sesuai HGB No 59 (dahulu No 2056) yang terletak di Kota Pontianak dengan luas 159 meter persegi.

Mal dan hotel di Pontianak yang disita Kejagung. (Dok Puspen Kejagung)Mal dan hotel di Pontianak yang disita Kejagung. (Dok Puspen Kejagung)

Simak juga video 'Mahfud Md Temui Jaksa Agung Bahas Korupsi Asabri':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, ada aset lain lagi yang masih dalam proses untuk disita:

Aset yang berkaitan dengan Benny Tjokro yang masih dalam proses untuk disita terdiri dari tiga hamparan bidang tanah seluas kurang lebih 833 hektare atau 8.330.000 meter persegi. Letaknya ada di Desa Peniti Luar, Desa Sungai Purun Besar, dan Desa Sungai Burung, Kabupaten Mempawah.

"Terhadap aset-aset para Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya," kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri ditaksir menyebabkan negara rugi Rp 23 triliun.

Sebelumnya, dari Benny Tjokro, penyidik telah menyita aset berupa 147 hektare tanah. Aset itu terletak di Cianjur, Jawa Barat. Hal ini diungkapkan Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, pada Jumat (19/3) lalu.

Tim penyidik Kejagung juga telah memasang plang 'disita' pada aset yang diduga milik Benny Tjokro. Aset yang disita itu adalah 18 unit kamar di Apartemen South Hills.

Penyidik juga telah menyita 411 bidang tanah dengan luas 3.090.000 m2 di Kabupaten Lebak, Banten, milik Benny Tjokro.

Ada pula beberapa aset tanah persil milik dan/atau yang terkait dengan Benny Tjokrosaputro, yaitu:

1. 155 bidang tanah yang terletak di Kabupaten Lebak dengan luas total 343.461 m2;
2. 566 bidang Tanah yang terletak di Kabupaten Lebak berdasarkan Surat Pelepasan/Pengakuan Hak (SPH) dengan luas seluruhnya 1.929.502 m2;
3. 131 bidang Tanah yang terletak di Kabupaten Lebak (sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan) atas nama PT Harvest Time dengan luas total 1.838.639 m2.

(dnu/idh)