Oknum Satgas di Bali Tilap Dana Puluhan Juta Bantuan COVID untuk Warga

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 17:02 WIB
Counting money
Ilustrasi uang (Foto: Getty Images/iStockphoto/Yamtono_Sardi)
Denpasar -

Seorang oknum anggota Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Desa Pujungan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan. Oknum Satgas berinisial INA (39) itu ditahan lantaran diduga menyelewengkan dana bantuan COVID-19 dari sebuah yayasan.

"Ada bantuan COVID-19, yayasan ini menyalurkan dana bantuan COVID-19 kepada masyarakat dan kelompok. Jadi lewat Satgas, ini yang ditunjuk. Setelah ditransfer-diberikan dana oleh yayasan ini, oknum ini menyelewengkan dananya. Menggelapkan untuk kepentingan dirinya sendiri," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Tabanan Pande Mahaputra saat dihubungi detikcom dari Badung, Jumat (26/3/2021).

Pande mengatakan yayasan tersebut menyalurkan bantuan COVID-19 sekitar Rp 65 juta melalui oknum Satgas tersebut. Sebagian dana tersebut telah disalurkan, namun sebagian lagi tidak disalurkan. Akhirnya yayasan itu rugi sekitar Rp 30-35 juta.

Kasus penggelapan tersebut berawal sekitar Juli 2020 lalu. Saat itu terdapat sebuah yayasan yang memberikan bantuan sosial kepada masyarakat miskin, khususnya yang terkena dampak pandemi COVID-19. Dana harusnya diperuntukkan bagi sebelas orang penerima bantuan. Ada yang berupa sembako, uang tunai, sepeda motor, bedah rumah, sampai bantuan dalam bentuk lainnya.

Satu orang penerima mendapatkan bantuan sebuah sepeda motor. Tapi dalam perjalanannya akhirnya terungkap itu merupakan motor bekas yang dibeli seharga Rp 5 juta. Pembayaran motor bekas tersebut tidak lancar sehingga pemiliknya menarik motor tersebut dari si penerima bantuan. Saat itulah kemudian pihak yayasan mulai menaruh kecurigaan bahwa oknum Satgas tersebut menyelewengkan dana bantuan tersebut.

Pande menuturkan, sebelumnya, kasus ini ditangani oleh Polres Tabanan. Pihak kepolisian akhirnya melimpahkan ke Kejari Tabanan untuk proses hukum selanjutnya. Pihak Kejari Tabanan pun bakal secepatnya melimpahkan perkara tersebut ke pengadilan.

"Secepatnya (bakal dilimpahkan). Karena ini masih hari pendek, hari Jumat, mungkin minggu depannya, Pak," terang Pande.

Saat ini, oknum tersebut menjalani status sebagai tahanan titipan. Ia ditahan di Polsek Kediri karena ruang tahanan Polres Tabanan penuh.

"Ini murni tindak pidana umum. Seandainya dananya tersalurkan lewat desa memasuki pemasukan desa lainnya, bisa jadi kita masukkan ini karena korupsi. Nah ini murni dari yayasan langsung ke kelompok masyarakat, jadi murni oknum yang melakukan penggelapan," imbuhnya.

Pihak Kejari Tabanan selaku jaksa penuntut umum (JPU) bakal mengganjar oknum Satgas tersebut dengan Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara paling lama selama 4 tahun.

Simak juga video 'Soal Korupsi Bansos, KPK Dalami Ongkos Manggung Cita Citata':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)