KLHK Kini Punya Platform Pembelajaran Gender

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 10:57 WIB
KLHK
Foto: dok. KLHK
Jakarta -

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meluncurkan Sistem Pembelajaran Gender (SRAGEN), sebuah platform yang terdiri dari beberapa fitur komunikasi, informasi, dan edukasi. Di dalamnya meliputi website PUG (Pengarusutamaan Gender), kumpulan policy PUG dari seluruh Eselon I KLHK, dan medsos YouTube, Instagram, Facebook, dan Twitter.

Dalam platform tersebut disajikan berbagai macam informasi pembelajaran, kegiatan, dan agenda PUG yang dikemas menarik dan mudah untuk diikuti oleh seluruh pegawai Kementerian LHK bahkan instansi lainnya.

"Saya berharap dengan diluncurkannya platform ini, seluruh pegawai Kementerian LHK dapat dengan mudah mempelajari lebih jauh lagi apa itu gender dan strategi pengarusutamaan gender untuk diterapkan dalam siklus pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/3/2021).

Pernyataan ini disampaikan saat Siti memberikan sambutan dalam acara 'Anugerah Cerita Terbaik Pengarusutamaan Gender (ACT PUG) dan Launching Sistem Pembelajaran Gender' yang dilakukan secara daring, Kamis (25/3).

Siti mengatakan peluncuran platform Sistem Pembelajaran Gender diharapkan dapat menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin menuntut sebuah instansi dan lembaga untuk menyediakan bahan pembelajaran dan edukasi yang praktis, mudah, dan bisa dijangkau kapan saja serta di mana saja.

Ia menjelaskan pembangunan sektor lingkungan hidup dan kehutanan dan potensinya sangat strategis untuk mewujudkan pembangunan nasional adil gender. Upaya tersebut bisa dilakukan melalui strategi pengarusutamaan gender maupun strategi afirmasi yang memberikan perhatian kepada kelompok marginal tertinggal.

"Mengingat masyarakat terdiri atas perempuan dan laki-laki sebagai pelaku utama pembangunan khususnya di sektor lingkungan dan kehutanan, maka sangat urgen memasukkan isu gender dan isu pemberdayaan perempuan dalam seluruh program pembangunan mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengendaliannya," jelasnya.

Sejak diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan Nasional, ia mengatakan telah banyak upaya yang dilakukan dalam mendorong terwujudnya keadilan dan kesetaraan gender. Upaya ini mencakup sosialisasi PUG, advokasi kepada para pengambil kebijakan, pengembangan kelembagaan PUG, sampai pada bimbingan teknis untuk mengintegrasikan gender ke dalam siklus proses pembangunan.

Atas upaya mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender ini, KLHK juga mendapatkan penghargaan dari Presiden Joko Widodo berupa Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Pratama pada tahun 2011, APE Madya pada tahun 2013, APE Utama pada tahun 2015, dan APE Mentor (tingkatan paling tinggi) pada tahun 2018.

"Sebagai penerima APE Mentor, KLHK bertanggungjawab untuk menjadi penggerak dan tauladan pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Posisi Mentor menunjukkan komitmen KLHK yang tinggi dalam kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam program dan kegiatan kementerian/lembaga, serta memiliki inovasi dalam penerapan kesetaraan gender, dan melakukan pembinaan Pengarusutamaan Gender (PUG) kepada kementerian atau lembaga lainnya dan pemerintah daerah," ungkapnya.

Penyelenggaraan ACT PUG merupakan inovasi untuk mendorong percepatan PUG di KLHK hingga tingkat tapak, selain itu juga untuk menyemarakkan Hari Bakti Rimbawan setiap tanggal 16 Maret. ACT PUG kali ini diisi dengan melombakan dokumentasi penyelenggaraan PUG di KLHK dalam bentuk video pendek yang sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada Unit Kerja di KLHK yang telah mampu mengimplementasikan PUG dengan baik.

Dari 86 video yang dilombakan, berasal dari seluruh unit kerja eselon I KLHK dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) di Pusat maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah, terpilih 4 video terbaik, yaitu video berjudul Kisah Putri Raja Praillu oleh Balai Taman Nasional Matalawa sebagai juara 1, video berjudul Perempuan Gambut oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove sebagai juara 2, video berjudul Srikandi Pengendali Karhutla oleh Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan Daops Ketapang sebagai juara 3, dan video berjudul Besok Kamu Tenang oleh Balai Penelitian dan Pengembangan LHK Banjarbaru sebagai juara favorit.

Simak juga 'Walhi Pertanyakan Sikap KLHK Soal Dihapusnya FABA dari List B3':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)