Sepeda Nonlipat Masuk MRT Dikritik, Wagub DKI: Jumlahnya Dibatasi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 21:30 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Foto: Ahmad Riza Patria. (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta hingga warganet mengkritisi kebijakan sepeda nonlipat masuk ke dalam gerbong MRT. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan PT MRT telah melakukan pengaturan.

"Jadi begini, kebijakan itu kan dibatasi jamnya tidak pada jam sibuk. Jadi sebelum jam 7, jadi tidak pada jam sibuk. Jumlahnya dibatasi, gerbong juga di gerbong terakhir," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/3/2021).

Riza menyampaikan sepeda nonlipat hanya boleh memasuki gerbong terakhir. Tak hanya itu, sepeda hanya diperkenankan masuk ke dalam kereta di luar jam sibuk.

Melalui pengaturan ini, dia menjamin penumpang MRT tidak akan terganggu dengan adanya kebijakan ini.

"Untuk sepeda masuk ke MRT itu dibatasi jumlahnya, gerbong terakhir, jamnya juga dibatasi tidak pada jam-jam sibuk. Jadi sekali lagi pengguna MRT selama ini tidak akan terganggu," tegasnya.

Politikus Gerindra itu menyampaikan kebijakan ini direalisasikan demi memudahkan warga beraktivitas serta mendorong penggunaan sepeda sebagai alat transportasi.

"Jadi insyaallah kebijakan ini memberikan dukungan kepada warga pengguna sepeda untuk dapat menjadikan sepeda selain alat rekreasi, alat olahraga, tapi juga alat transportasi," ujarnya.

Sebelumnya, PT MRT kini mengizinkan sepeda nonlipat masuk ke kereta. Namun, kebijakan ini menuai kritikan dari masyarakat. Salah satunya, Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta memandang kebijakan ini tak berpihak kepada masyarakat.

"Saya tidak melihat kebijakan ini pro rakyat, karena para pesepeda yang serius bukan untuk lifestyle atau gaya-gayaan dan pasti merasa aneh naik trem/MRT. Karena tujuan mereka bersepeda untuk olahraga. Aneh kalau di Jakarta sepeda masuk transportasi publik. Itu bukan alat transportasi lagi, tapi beban transportasi," kata anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak saat dihubungi, Kamis (25/3).

Gilbert mempertanyakan dasar penentuan kebijakan ini. Sebab, dia mengklaim aturan menaikkan sepeda ke dalam transportasi publik di dalam kota tak pernah ditemukan di negara manapun.

Sebagaimana diketahui, ada kriteria sepeda nonlipat yang bisa masuk ke kereta MRT. Sepeda nonlipat yang diizinkan masuk hanya sepeda reguler dengan dimensi maksimal 200 x 55 x 120 cm. Sedangkan sepeda tandem dilarang masuk.

Tonton juga Video: Parkir Sepeda di Stasiun Tebet: Dulu Dirantai, Kini Ada Raknya

[Gambas:Video 20detik]




(gbr/gbr)