Dugaan Investasi Bodong Miliaran, Korban Datangi Rumah Siswi SMA Bengkulu

Hery Supandi - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 16:34 WIB
Investasi Bodong
Ilustrasi investasi bodong. (Foto: dok. detikcom)
Bengkulu -

Sejumlah orang di Bengkulu diduga menjadi korban investasi bodong dengan nilai kerugian total miliaran rupiah. Namun belum ada korban yang melapor secara resmi ke polisi.

Beredar informasi seorang siswi SMA diduga terlibat dalam kasus investasi bodong tersebut. Polisi mendalami kebenaran informasi tersebut.

"Yang jelas kita belum bisa menduga-duga, yang jelas kita terus mendalami kasus ini, kita berharap korban segera melapor agar bisa segera kita tangani dan proses secara hukum," kata Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, AKP Jery Nainggolan, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (25/3/2021).

Meski belum ada korban yang melapor, polisi menyelidiki dugaan kasus penipuan ini. Sejumlah saksi yang diduga korban dimintai keterangan.

"Meski belum ada yang melapor kita terus memantau dan mendalami kasus ini, bahkan kita juga telah meminta keterangan pada saksi yang diduga menjadi korban meski mereka belum melapor secara resmi," kata dia.

Berdasarkan keterangan dari saksi, kasus investasi bodong ini diduga menggunakan modus investasi berbunga. Pelaku mengiming-imingi korban mendapatkan keuntungan dari investasi yang ditanamkan dalam waktu yang tidak lama.

"Misal begini, korban menyetor uang Rp 1 juta dan dalam waktu seminggu atau 20 hari akan mendapat bunga sebesar 30 persen," kata Jery.

"Untuk korban kita belum mengetahui dari kalangan mana saja, termasuk katanya ada pejabat juga yang menjadi korban," tambahnya.

Korban Datangi Rumah Siswi SMA

Sejumlah korban dilaporkan mendatangi rumah siswi SMA yang diduga terlibat dalam kasus investasi bodong ini. Mereka meminta pertanggungjawaban kepada siswi SMA kelas 3 terkait investasi yang dijalankan sejak enam bulan lalu.

Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui keberadaan siswi SMA tersebut sejak kasusnya mencuat. Kerabat keluarga siswi SMA tersebut mengatakan hampir setiap hari ada pihak yang datang mencari keberadaan siswi SMA tersebut.

"Sebagian orang yang mengaku korban ada yang mengambil barang di rumah seperti perhiasan dan sepeda motor," kata Oktifiani saat diwawancara secara terpisah.

Sementara itu, berdasarkan keterangan guru, siswi SMA tersebut sudah tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak tiga minggu terakhir. Namun guru mengatakan tidak ada prilaku yang mencolok dalam keseharian siswi SMA tersebut di sekolah.

"Kita sempat memanggil orang tua (siswa SMA) untuk meminta klarifikasi kasus yang mencuat yang melibatkan peserta didiknya," kata kepala sekolah sebuah SMA di Bengkulu Utara, Kaman.

Sebelumnya diberitakan, pihak kepolisian meminta korban melapor sehingga kasusnya bisa diproses. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi.

"(Kabar kasus) itu belum ada laporan ke Polres Bengkulu Utara dari korban. Karena itu delik aduan, Polres belum bisa proses juga," kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno saat dimintai konfirmasi, Kamis (25/3).

(jbr/idh)