62 Pengamen Ondel-ondel Terjaring Razia Satpol PP, Dibawa ke Panti Sosial

Tiara Aliya Azahra - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 10:45 WIB
Pemprov DKI Jakarta melarang ondel-ondel digunakan untuk mengamen. Razia pun dilakukan di kawasan Ibu Kota guna melarang ondel-ondel digunakan untuk mengemis.
Ilustrasi razia ondel-ondel (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ratusan orang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terjaring razia Operasi Asih Asuh yang digelar Satpol PP DKI Jakarta. Sebanyak 62 pengamen ondel-ondel turut terjaring razia tersebut.

Melalui akun instagram @satpolpp.dki, razia digelar pada Rabu (23/3/2021) lalu di 5 wilayah DKI Jakarta. Hasilnya, sebanyak 348 orang PMKS ditertibkan Satpol PP dan Dinas Sosial DKI Jakarta.

"Hasil operasi pada hari Rabu (23/3) adalah dilakukan penjangkauan sebanyak 348 orang PMKS dengan jenis rincian 22 orang manusia silver, 22 orang manusia badut (cosplay), 62 orang pengamen ondel-ondel," tulis Satpol PP.

Tak hanya itu, petugas gabungan turut mengamankan pak ogah putaran jalan dan juru parkir liar. Penindakan ini, sebutnya, dilakukan secara persuasif dan humanis.

"98 orang pengamen jalanan, 37 orang gepeng, manusia karung 12 orang, manusia gerobak 7 orang, 49 orang pak ogah putaran jalan, 4 orang anak jalanan, dan 27 orang lainnya yang terdiri atas pemulung, jukir liar, ODGJ (orang-orang dengan gangguan jiwa) serta pedagang asongan," jelasnya.

Setelah ditertibkan, petugas melakukan pendataan terhadap para PMKS dan membawanya menuju lokasi penampungan sementara di Gelanggang Olahraga. Di lokasi ini, para PMKS menjalani rapid test antigen COVID-19. Selanjutnya, para PMKS diantarkan menuju panti sosial binaan untuk penanganan lebih lanjut.

"Hasil penjangkauan tersebut diantarkan ke Panti Sosial Binaan untuk penanganan lebih lanjut. Sampai dengan saat ini, belum ditemukan data PMKS dengan hasil reaktif COVID-19," jelasnya.

Simak juga 'Pesan Anies di Hut ke-71 Satpol PP DKI: Tegas dan Humanis':

[Gambas:Video 20detik]

(lir/lir)