Ditjen PAS soal Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Lapas: Modusnya Beragam

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 25 Mar 2021 05:08 WIB
Ilustrasi Penjara
Ilustrasi penjara (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Jakarta -

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak mengatakan sekitar 80 persen peredaran narkotika secara nasional dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Ditjen PAS mengatakan petugas menemukan banyak tantangan dalam mencegah peredaran barang haram itu.

"Mengenai 80% itu indikatornya bisa ditanyakan ke langsung ke BNN, kami juga nggak tahu 80% itu bagaimana hitungannya. Ya memang semakin banyak tantangan, kekurangan SDM iya, pasti, tapi kami harus melaksanakan pekerjaan petugas-petugas kami, salah satunya bidang pengamanan," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pas Rika Aprianti kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

Rika mengatakan beragam modus yang dilakukan oleh pelaku dalam mengedarkan narkoba di Lapas. Ditjes PAS, kata Rika, terus memperkuat jajarannya untuk menjaga integritas.

"Yang perlu diketahui juga semakin ke sini modus-modus masuknya narkoba itu makin banyak, makin beragam. Pernah masuk ke dalam tahu, dalam salak, dilempar lagi melalui tembok. Yang dilakukan tentunya adalah memperkuat jajaran kami, integritasnya supaya tidak tergoda untuk melakukan berbagai macam pelanggaran," tutur Rika.

Dalam melakukan pencegahan peredaran narkoba ini, Rika menjelaskan ada tiga hal yang dilakukan Ditjen PAS. Salah satunya adalah deteksi dini.

"Pimpinan selalu mengingatkan tiga kunci, pertama deteksi dini, kedua berantas narkoba, ketiga sinergitas. Sinergitas tentunya semua pihak, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, instansi terkait. Karena sekali lagi tidak bisa sendiri pemasyarakatan, butuh dukungan. Modusnya bermacam-macam dan hampir setiap hari ada penggagalan," jelas Rika.

"Deteksi dini, petugas kami harus mampu menambah pengetahuannya untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan terjadinya dalam hal ini peredaran narkoba, bagaimana masuknya narkoba ke dalam Lapas, maupun barang-barang lainnya. Tentunya selain memang dibutuhkan sarana prasarana. Kekurangan sarana-prasarana salah satunya, mungkin masyarakat pun tahu bagaimana kekurangan dari untuk sarana dan prasarana lapas dan rutan. Tapi memang pekerjaan tak bisa berhenti, punishment dan reward sudah pasti, punishment, buktinya beberapa oknum petugas kami yang Pak Dirjen kami tegas menyampaikan yang terlibat narkoba inkrah di pengadilan akan dipindahkan menjalani pidana di Nusa Kambangan," tutur dia.

Simak juga 'Polri Ungkap Penyelundupan 353 Kg Sabu dari Malaysia, Dikendalikan dari Lapas':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2