Round-Up

Keluh Kesah 'Sedih Aku' Penyuap Edhy Prabowo soal Diminta Fee

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 22:07 WIB
Tersangka korupsi kasus ekspor benih lobster, Suharjito tiba Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/2/2021).
Suharjito saat dibawa ke Gedung KPK (Ari Saputra/detikcom)

KPK Minta Keluh Kesah Disampaikan di Sidang

KPK meminta Suharjito menyampaikan fakta yang diketahuinya di persidangan. Menurut KPK, ucapan Suharjito di persidangan bakal dipertimbangkan sebagai alat bukti.

"Silakan yang bersangkutan sampaikan fakta-fakta yang diketahuinya di depan persidangan, baik saat memberikan keterangan sebagai terdakwa maupun nanti sebagai saksi untuk tersangka EP dkk," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

"Kami analisa lebih lanjut keterangannya tersebut dengan mengonfirmasi pada saksi-saksi dan alat bukti lainnya," sambungnya.

Suharjito sendiri didakwa memberi suap ke Edhy senilai Rp 2,1 miliar. Suap disebut diberikan saat Edhy menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Terdakwa Suharjito telah melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, yaitu memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberi sesuatu berupa uang seluruhnya USD 103 ribu dan Rp 706.055.440 kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yaitu kepada Edhy Prabowo selaku Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (Menteri KP RI)," ujar jaksa KPK Siswandono di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/2).

USD 103 ribu itu setara dengan Rp 1,4 miliar. Jadi, jika ditotal dengan Rp 706 juta, uang yang diberikan Suharjito ke Edhy senilai Rp 2,1 miliar.

Jaksa menyebut uang suap diberikan ke Edhy melalui staf khusus menteri KKP Safri dan Andrau Misanta Pribadi, lalu Sekretaris Pribadi Edhy bernama Amiril Mukminin, dan Ainul Faqih selaku staf pribadi istri Edhy Prabowo Iis Rosita Dewi, dan Komisaris PT Perishable Logistics Indonesia (PT PLI) sekaligus Pendiri PT Aero Citra Kargo (PT ACK), Siswadhi Pranoto Loe. Suap disebut diberikan agar Edhy mempercepat perizinan budi daya benih lobster ke PT DPP.

Jaksa mendakwa Suharjito melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Selain Suharjito, KPK juga telah menetapkan Edhy Prabowo, Safri, Andreau, Ainul Faqih, Amiril dan Siswadi sebagai tersangka. Mereka segera disidang.

Halaman

(haf/haf)