Kepala Bappenas Harap e-TLE Bisa Deteksi Mobil-Motor Bayar Pajak atau Belum

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 17:36 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengikuti rapat kerja bersama Komite I DPD RI. Raker itu membahas Ibu Kota Negara baru.
Menteri PPP/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut peluncuran e-TLE atau tilang elektronik secara nasional merupakan sebuah kemajuan bagi Polri. Bahkan Suharso meminta e-TLE tidak hanya dimanfaatkan untuk menilang.

"Kami senang sekali bahwa yang dilakukan oleh Polri ini sebuah kemajuan dan saya ingin bisa dipercepat di seluruh provinsi. Bahkan ini (e-TLE) bisa digunakan informasinya bukan hanya soal e-TLE, tapi bisa untuk yang lain," ujar Suharso di NTMC Polri setelah menghadiri peluncuran e-TLE Nasional, Selasa (23/3/2021).

Menurut Suharso, ke depannya kamera e-TLE juga bisa dimanfaatkan untuk melihat apakah kendaraan motor dan mobil sudah bayar pajak atau belum. Pasalnya, e-TLE juga didukung dengan big data hingga data intelijen analisis.

"Dan ke depan mungkin ini satu terobosan yang tidak hanya bisa dimanfaatkan di kepolisian, khususnya di polantas (polisi lalu lintas), tetapi sudah hampir semua," tuturnya.

"Dengan big data yang kita dapat, dan data intelijen analisis yang dilakukan, kita bisa lihat informasi-informasi. Terutama kita bisa lihat motor atau mobil ini milik yang bersangkutan atau tidak, bayar pajak atau tidak, sehingga bisa dikaitkan dengan NPWP, KTP, dan sebagainya," sambung Suharso.

Suharso pun optimistis e-TLE bisa diterapkan di 34 provinsi. Pada peluncuran tahap pertama ini, e-TLE baru dihadirkan di 12 provinsi saja.

"Sangat optimis. Ini kan secara bertahap dan kita berharap bisa selesai di 34 provinsi sampai 2024," tandasnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Tilang Manual Masih Berlaku di Daerah yang Tak Ada e-TLE

[Gambas:Video 20detik]



Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan e-TLE atau tilang elektronik secara nasional. Dalam peluncuran tahap pertama ini, e-TLE diterapkan di 244 titik lokasi di 12 polda.

"Hari ini kita akan launching bersama-sama di 12 provinsi. Ada 244 titik yang kita gelar dan ke depan secara bertahap ini akan terus kita kembangkan 34 provinsi, dan tiap ibu kota kabupaten nanti akan kita gelarkan. Oleh karena itu, tentunya ini semua akan terwujud ke depan," ujar Sigit dalam sambutannya di gedung NTMC Polri, Selasa (23/3/2021).

e-TLE nasional ini dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas. Seperti pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil-genap, pelanggaran menggunakan ponsel, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman, dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem e-TLE dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem e-TLE.

Berikut ini 12 polda yang sudah menerapkan e-TLE di launching tahap 1:

1. Polda Metro Jaya
2. Polda Jawa Barat
3. Polda Jawa Tengah
4. Polda Jawa Timur
5. Polda Jambi
6. Polda Sumatera Utara
7. Polda Riau
8. Polda Banten
9. Polda D.I.Y
10. Polda Lampung
11. Polda Sulawesi Selatan
12. Polda Sumatera Barat

(zak/zak)