Sosok Farid Husain, Dokter yang Jadi Juru Damai di Aceh hingga Thailand

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 14:09 WIB
Dokter Farid Husain (dok IDI Makassar)
Foto: Dokter Farid Husain (dok IDI Makassar)
Makassar -

Dokter Farid Husain menghembuskan meninggal dunia di usia 71 tahun. Farid Husain dikenal sebagai salah seorang negosiator ulung yang menyelesaikan konflik di Aceh hingga konflik Pattani di Thailand Selatan.

Farid Husain adalah putra kelahiran Soppeng Sulsel yang lahir tahun 1950. Meski punya latar belakang pendidikan kedokteran, Farid kerap terjun ke bidang sosial utamanya bidang resolusi konflik.

"Sosok dokter satu satunya di Indonesia tercatat dalam sejarah sebagai juru damai Aceh, sosok dr Farid menjadi sumber inspirasi bagaimana nilai pengabdian akan terus terkenang sepanjang masa sebagai dokter juru damai di Aceh," kata Ketua IDI Makassar, dr Siswanto Wahab, Rabu (24/3/2021).

Farid Husain dikenal berkawan baik dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Semasa JK duduk sebagai Menko Kesra, Farid dipercayakan menduduki posisi Staf Ahli Menko Kesra Bidang Peran Serta Masyarakat.

Farid Husain dalam bukunya 'To See the Unseen' (2007) menjelaskan bagaimana perannya selama negosisai dilakukan. Pada buku itu, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) bercerita bagaimana dia melihat keseriusan pemerintah yang diwakili Farid Husain untuk duduk bersama mengusahakan perdamaian di Negeri Serambi Mekkah itu.

Farid bahkan rela masuk ke dalam hutan untuk mengkonfirmasi persetujuan pihak GAM atas perjanjian Helsinki di Finlandia yang kemudian terwujud pada tanggal 15 Agustus 2005. Pada penyelesaian konflik Aceh, Farid menggunakan latar belakang profesinya yaitu dokter untuk memahami permasalahan di lapangan. Farid berkeyakinan dokter harus melihat langsung dan memeriksa kondisi pasien.

Selama proses negosiasi ini, Farid mengaku harus merahasiakan perjalanannya kepada istri dan anak-anaknya. Dia menyebut hal tersebut penting untuk mencegah kekhawatiran keluarganya atas dirinya. Bahkan suatu ketika, dirinya menggunakan truk dengan bergaya 'Bajai Bajuri' untuk bertemu dengan pimpinan GAM di sebuah daerah terpencil.

"Saya melihat Wapres (JK) dan Pak Farid, secara ikhlas mencari solusi perdamaian, karena keseriusannya, maka saya menerima dengan ikhlas Pak Farid, kerena melihat keseriusan pemerintah untuk merumuskan perdamaian ini," kata mantan petinggi GAM, Sofyan Dawood, dalam buku tersebut.

Pada bukunya yang lain, 'Hadir untuk Perdamaian dari Poso Hingga Afghanistan' (2020), Farid mengatakan bagaimana dirinya juga terlibat pada proses negosiasi perdamaian di Thailand Selatan, Pattani sebagai utusan khusus pemerintah RI. Konflik ini melibatkan pertikaian antara pemerintah dan gerilyawan Pattani.

Pada tahun 2010 dipanggil oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk diminta menyelesaikan konflik Papua Farid bahkan didapuk menjadi Ketua Tim Penyelesaian Konflik Papua. SBY meminta kepada Farid untuk menyelesaikan konflik Papua seperti yang dilakukannya saat menyelesaikan konflik di Aceh.

"Dokter Farid, seorang tokoh perdamaian yang ikut berperan aktif dalam penyelesaian konflik Poso, Ambon, dan Aceh. Jasanya sangat besar kepada negara," kata Jusuf Kalla mengenang Farid Husain.

Farid Husain menghembuskan nafas terakhirnya di RS Sudiro Husodo Makassar, Selasa (23/3) malam tadi. Farid dikebumikan di pemakaman keluarga di Sulsel dini hari tadi.

Simak juga video '9 Poin Gugatan Jhoni Allen ke AHY':

[Gambas:Video 20detik]



(fiq/jbr)