PPKM Mikro Diperpanjang, Pemprov DKI Ungkap Kurva COVID Naik Usai Libur

Tiara Aliya - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 13:28 WIB
Gedung Balai Kota DKI Jakarta.
Gedung Balai Kota DKI Jakarta (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga 5 April 2021. Sejauh ini, pelaksanaan pembatasan ini mampu menurunkan laju kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota.

Perpanjangan PPKM mikro tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 294 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur Nomor 13 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT.

Pada 8 Maret 2021 selama PPKM mikro jilid sebelumnya, Pemprov DKI mencatat jumlah kasus aktif mencapai 7.439. Kemudian, pada 16 Maret 2021 turun menjadi 5.747 kasus. Di sisi lain, pada periode libur masih terjadi kenaikan jumlah kasus aktif.

"Namun, periode pascalibur hari besar keagamaan (Isra Mikraj dan Nyepi), kurvanya kembali naik meskipun tetap terkontrol menjadi 7.322 kasus aktif pada 21 Maret 2021," kata Kepala Dinas Kesehatan Widyastuti dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3/2021).

Selain itu, Widyastuti juga melaporkan tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) pada tempat tidur isolasi maupun ICU mengalami penurunan.

"Sementara, itu per 21 Maret, kami memiliki kapasitas 7.863 tempat tidur isolasi dan terisi 4.258 atau 54 persen serta untuk ICU sebesar 1.142 dan terisi 674 atau 59 persen. Dengan begitu, tempat tidur dan ICU yang sebelumnya disiapkan dapat dialihkan untuk perawatan pasien non-COVID," ucapnya.

Meskipun terjadi penurunan jumlah kasus aktif, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti libur panjang selalu menjadi faktor kenaikan kasus COVID-19. Untuk itu, dia mewanti-wanti agar warga menahan diri untuk tidak keluar rumah khususnya selama libur panjang.

"Alhamdulillah usaha kita bersama untuk menekan laju kasus aktif melalui PPKM mikro sudah sesuai dengan jalurnya, di mana kita bisa melihat penurunan yang signifikan," ucap Anies.

"Namun liburan selalu menjadi faktor terjadinya lonjakan kasus, sehingga ini yang harus kita antisipasi. Tetap menahan diri dan ambil tanggung jawab untuk menghindari risiko keterpaparan," sambungnya.

Lebih lanjut Anies menerangkan hasil survei UNICEF yang mencatat terjadi penurunan tingkat kepatuhan masyarakat melaksanakan disiplin protokol kesehatan (prokes) COVID-19. Ketiga indikator yang menurun di antaranya memakai masker dan menjaga jarak hanya 40 persen dan mencuci tangan dengan sabun sebesar 10 persen saja. Padahal sebelumnya indikator-indikator tersebut menyentuh angka 85 persen.

"Sekali lagi, kami mengingatkan agar terus menerapkan disiplin protokol kesehatan 3M, meskipun kita bosan dan jenuh, tetapi virusnya tak kenal bosan, tak kenal jenuh. Dan sering juga saya katakan bahwa memakai masker memang tidak nyaman, tetapi lebih tidak nyaman apabila dirawat karena positif COVID-19," tegasnya.

Terakhir, penyelenggaraan vaksinasi di Ibu Kota terus bergulir. Pemprov DKI Jakarta mencatat sebanyak 824 ribu vaksin telah disuntikkan kepada warga, baik vaksinasi tahap I maupun II.

Simak video 'Kekhawatiran WHO Lihat Angka Kematian Pasien COVID-19 Naik Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)