Bayi Usia 3 Bulan Meninggal Dunia Akibat COVID-19 di Balikpapan

Antara - detikNews
Selasa, 23 Mar 2021 04:21 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Kalimantan Timur melaporkan bayi berusia 3 bulan meninggal akibat COVID-19. Kadinkes Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty mengatakan bayi tersebut meninggal pada Senin kemarin di RS Kanujoso Djatiwibowo.

"Ini kasus pertama dan semoga yang terakhir," kata dr Andi Sri Juliarty, di Balikpapan, Senin (22/3/2021) seperti dilansir Antara.

Bayi yang lahir pada Desember 2020 itu akhirnya tidak mampu lagi bertahan dari penyakit yang dideritanya. Setelah dirawat beberapa hari, bayi itu meninggal dunia Senin (22/3) kemarin sekitar pukul 08.45 WITa.

Sementara itu, penambahan kasus positif baru di Balikpapan tercatat 17 kasus pada Senin 22/3 kemarin. Jumlah itu menurun dari rata-rata harian penambahan kasus COVID-19 yang berkisar pada angka 50-60 kasus per hari.

"Kita senang jumlah tambahan kasus positif turun jauh, tapi kita juga prihatin sebab kematian bayi tersebut," kata Kadinkes Juliarty.

Sedangkan, saat ini ada 772 kasus aktif COVID-19 di Balikpapan. Dari jumlah itu, 236 menjalani perawatan di rumah sakit, 536 melakukan isolasi mandiri. Dari 17 kasus baru harian, 1 kasus masing-masing menimpa anak usia 1 tahun dan 5 tahun.

Wali Kota Balikpapan menilai, menurunnya kasus terkonfirmasi positif ini diyakini karena disiplin pelaksanaan protokol kesehatan yang semakin baik, sebab adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro yang diterapkan saat ini.

"Saya lihat PPKM Mikro berjalan baik di tingkat RT. Satgas COVID-19 di RT benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik," kata Wali Kota Rizal Effendi pada kesempatan terpisah.

Dalam PPKM Mikro ini, Satgas COVID-19 RT yang berjaga di gerbang permukiman meminta setiap orang yang ingin masuk ke permukiman untuk berhenti sebentar dan mencuci tangan. Bila belum pakai masker, maka diminta mengenakan masker segera.

"Jadi kita cegah dari gerbang. Kalau sudah cuci tangan dan tetap pakai masker, baru boleh masuk. Setidaknya mengurangi risiko penularan di kalangan keluarga," kata Ketua RT 24 Kelurahan Graha Indah M Yahya.

Simak juga 'Bayi di Florida Punya Antibodi COVID-19, Ini Penjelasan Dokter':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)