Sidang Suap Bansos Corona

Terungkap Sadapan soal 'Uang Saku' dari Percakapan Tersangka Kasus Bansos

Zunita Putri - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 16:08 WIB
Sidang kasus suap bansos corona
Sidang perkara suap terkait penanganan bansos COVID-19. (Zunita Amalia Putri/detikcom)

Namun, menurut Eko, uang saku itu tidak jadi diserahkan oleh Adi di bandara. Sebab, Eko dan Adi tidak jadi bertemu lantaran Juliari telat karena menghadiri rapat terbatas.

"Tidak jadi (diserahkan uang saku). Karena untuk posisi keberangkatan awalnya kita take kan setengah 08.00 WIB, ternyata setelah Pak Adi telepon ada rapat terbatas awalnya, jadi di-pending akhirnya dipaksakan, tapi posisi bapak agak telat. Itu rombongan semua masuk, jadi setelah bapak masuk itu kita nggak nunggu-nunggu," papar Eko.

Terkait dengan 'uang saku' yang dibicarakan oleh Adi dan Eko saat Juliari hendak berkunjung ke Semarang, dalam pemeriksaan saksi sebelumnya, jaksa KPK mengungkap aliran fee bansos Corona ke sejumlah orang, salah satunya Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Akhmat Suyuti.

Jaksa kemudian sempat memutarkan percakapan telepon antara mantan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bansos Corona, Adi Wahyono, dengan Akhmat Suyuti. Dalam percakapan itu, disebut kalimat 'ada titipan dari Pak Menteri'.

Selain itu, mantan staf ahli mantan Mensos Juliari Peter Batubara, Kukuh Ari Wibowo, mengaku pernah menyerahkan amplop ke Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Akhmat Suyuti. Amplop itu disebut berisi uang.

"Dari Pak Juliari jadi dua minggu sebelum acara ke Semarang, saya dipanggil Pak Menteri dan bilang ke saya 'Nanti acara di Semarang, akan ada saya titip ke Akhmad Suyuti'," ucap Kukuh saat bersaksi di sidang kala itu.

Dalam sidang ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Keduanya didakwa memberi suap ke mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dkk.

Harry disebut jaksa memberi suap Rp 1,28 miliar. Sedangkan Ardian memberi Rp 1,95 miliar.

Keduanya memberi uang suap agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Corona. Mereka juga memberikan fee Rp 10 ribu per paket bansos ke Juliari setiap mereka mendapatkan proyek itu.


(zap/dhn)