Gelar Perkara Kasus Bos Sinarmas, Polisi Kaji Ada-Tidaknya Unsur Pidana

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 12:30 WIB
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Dok Polri)
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Dok. Polri)
Jakarta -

Bareskrim Polri melakukan gelar perkara awal terkait laporan pengusaha asal Solo, Andri Cahyadi (46), terhadap dua bos PT Sinarmas. Gelar perkara ini disebut merupakan tahap awal.

"Penyidik mengumpulkan bukti permulaan," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dimintai konfirmasi, Senin (22/3/2021).

Andi tak menjelaskan detail apa hasil gelar perkara dan pihak yang bakal diperiksa dalam kasus ini. Penyidik, katanya, berfokus menelusuri ada tidaknya unsur pidana dalam kasus ini.

"Bukan untuk dipublikasikan siapa yang mau diperiksa penyidik," ucapnya.

"Itu materi penyidikan. Publik kan sudah tahu bahwa kasusnya sedang ditangani Bareskrim, biarkan penyidik bekerja. Saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti permulaan untuk menentukan ada tidaknya peristiwa pidana," sambung Andi.

Sebelumnya, Andri Cahyadi melaporkan dua pimpinan PT Sinarmas, yakni Indra Widjaya selaku pemilik dan Kokarjadi Chandra selaku Dirut PT Sinarmas Securitas. Andri melakukan pelaporan pada 10 Maret 2021 dengan tuduhan dugaan penipuan/perbuatan curang, penggelapan dalam jabatan, pemalsuan surat, dan TPPU dengan nomor laporan polisi (LP) LP/B/0165/III/2021/BARESKRIM.

"Pada 2015, perusahaan saya PT Eksploitasi Energi Indonesia (EEI) Tbk bekerja sama dengan PT Sinarmas, dan dari Sinarmas menaruh direksi di situ supaya fair. Mulainya di situ dan saya sebagai Komisaris Utamanya (Komut)," kata Andri kepada wartawan saat ditemui di Solo, Sabtu (13/3).

Andri mengklaim kerja sama itu dijalin pihaknya untuk menjadi pemasok batu bara bagi kebutuhan PLN. Dia mengatakan kerja sama dengan PT Sinarmas dilakukan karena kebutuhan pasokan batu bara cukup besar.

Dalam laporan itu, setidaknya ada sembilan pasal yang dituduhkan kepada dua terlapor ialah Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 374 KUHP.

Selain itu, terlapor dituding melakukan pemalsuan surat sebagaimana diatur Pasal 263 KUHP juncto Pasal 264 KUHP juncto Pasal 266 KUHP; serta dugaan TPPU Pasal 2, 3, 4, dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Pihak terlapor sudah buka suara. Pengacara Hotman Paris yang mendampingi Indra Widjaya mengatakan siap menghadapi laporan tersebut.

"Saya pengacara Hotman Paris, pengacara dari Bapak Indra Widjaya, pemilik Sinarmas dengan ini memberikan bantahan dan hak jawab atas tuduhan yang beredar di medsos di mana orang yang bernama Andri Cahyadi mengaku membuat laporan polisi dengan tuduhan seolah Indra Widjaya melakukan tindak pidana penggelapan, pemalsuan, penipuan, dan TPPU dengan dalih perusahaan Andri Cahyadi mengaku kenapa saham dia semula 53% tahun 2015 berkurang menjadi 9% di PT Eksploitasi Energi Indonesia," kata Hotman Paris dalam video yang diunggah di Instagram-nya, Rabu (17/3).

(haf/haf)