Kemnaker Gelar Bazar Wirausaha Mikro untuk UMKM di Kuningan City Mall

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 20 Mar 2021 12:07 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) menggelar Bazar Wirausaha Mikro Goes To Modern Market di Kuningan City Mall, Jakarta, mulai 19 Maret-2 April 2021. Bazar ini digelar untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal di tengah pandemi.

Kepala BBPP Chairul Fadhly Harahap menyampaikan bazar 'Perluasan Kesempatan Kerja dan Peningkatan Daya Saing Wirausaha' digelar untuk mendorong UMKM agar tetap eksis dan konsisten dalam produksi dan pasar. Hal ini mengingat pandemi COVID-19 berdampak signifikan bagi sektor para pelaku usaha UMKM.

"Dampak pandemi semakin terasa ketika daya beli masyarakat menurun sehingga banyak pelaku usaha berhenti dan menutup usahanya. Melalui bazar ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kembali daya beli masyarakat sehingga akan mendorong penyerapan tenaga kerja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/3/2021).

Chairul menjelaskan saat ini bonus demografi dan pengangguran menjadi salah satu tantangan dunia kerja. Berdasarkan data ketenagakerjaan, bonus demografi tercatat ada sekitar 203,97 juta penduduk usia produktif dan pengangguran sebanyak 9,77 juta jiwa.

Untuk jumlah masyarakat terdampak pandemi, terdapat 3,5 juta yang terdampak pandemi dan dirumahkan. Sementara itu dampak disrupsi dan otomasi akan menghasilkan 23 juta pekerjaan hilang dan 27-47 juta pekerjaan baru tumbuh dengan persyaratan kompetensi berbeda.

"Tantangan dan peluang bidang ketenagakerjaan saat ini adalah bonus demografi, pengangguran, disrupsi dan otomasi," ungkapnya.

Dari data tersebut, Chairul menyebut sektor UMKM berperan penting untuk menumbuhkan perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Selain itu, UMKM juga berkontribusi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) dan menjadi sarana pemerataan tingkat perekonomian rakyat kecil.

"Pada akhirnya UMKM juga berperan sebagai sarana mengentaskan masyarakat dari jurang kemiskinan," jelasnya.

Melihat hal ini, Chairul berharap adanya bazar dapat memperkenalkan produk mikro kepada masyarakat sehingga terdorong untuk mencintai produk lokal. Dengan begitu, usaha mikro dapat naik tingkat menjadi usaha kecil dan usaha menengah.

Adapun dalam bazar tersebut, BBPP akan mengenalkan mengenalkan produk-produk dari wirausaha mikro binaannya yang berasal dari Kota Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Sumedang. Chairul menyebut total kegiatan bazar ini mampu menyerap sejumlah 1.242 orang selama 26 event bazar.

"Naik tingkat suatu usaha diharapkan akan menumbuhkan perluasan kesempatan kerja dan akan mendorong penyerapan tenaga kerja," ujarnya.

Tak hanya itu, Chairul pun mengajak para pengusaha, stakeholder dan seluruh elemen untuk lebih peduli terhadap sektor ekonomi rill dan memiliki kecintaan terhadap Indonesia dengan membeli produk lokal.

"Dengan mencintai negara Indonesia, secara otomatis akan membeli produk-produk Indonesia," tandasnya.

Sebagai informasi, pembukaan bazar turut dihadiri oleh Kadisnaker DKI Jakarta, Kadisnaker kota Bekasi, Kepala Ika Indah Yarti, Ketua Kadin Indonesia Timur Tengah, Bapak Fachry Thaib, Assistant Vice President BRI, Teguh Rahardia, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Eksport Import Indonesia (GAPEI) Khairul, Ketua Umum Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Marlinda Irwanti, dan Ketua Umum Perkumpulan Wirausaha Indonesia (PERWIRA) Jawa Barat, Rini Sujianti.

(ncm/ega)