Saat Suara Tabuhan Rebana Demak Terdengar ke Korea hingga Timur Tengah

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 16:37 WIB
rebana
Foto: Pradita Utama
Demak -

Rebana sudah sejak lama menjadi ikon Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Rebana atau orang Demak menyebutnya dengan nama 'terbang' ternyata juga telah bersuara hingga Hong Kong dan Korea Selatan.

Salah seorang perajin Rebana Ahmad Afif (31) mengatakan distribusi rebana memang sudah pernah mencapai luar negeri, salah satunya adalah rebana yang diproduksi keluarganya. Usaha yang ia geluti merupakan usaha turun temurun dari moyangnya dan masih bertahan hingga sekarang.

Ia kini tengah meneruskan usaha turun temurun yang diturunkan dari mbah buyutnya tersebut. Keluarganya pun menjadikannya sebagai kerajinan tangan di tahun 1970 dan memakai merek ayahnya yaitu H. Zaeni pada tahun 1993.

"Bapak saya juga turun temurun, bapak meneruskan dari punya mbah, mbah dari mbah buyut, bisa dibilang ya ilmu turun temurun. Dari dulu ya bisa dibilang hanya sekedar seni bukan menjadi bisnis karena dulu peminatnya sedikit dan kalangan tertentu saja," tutur Afif kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Soal distribusi, rebana yang dihasilkan oleh keluarga Afif patut diacungi jempol. Sebab, rebana atau terbang yang ia buat sudah menyambangi pasar Korea Selatan dan Hong Kong. Ia juga sering mengirim rebananya ke negara tetangga.

"Alhamdulillah kalau di sini sudah nasional bahkan sampai Kalimantan. Internasional paling jauh ke Hong Kong dan Korea Selatan untuk teman-teman TKI. Lalu kita juga sering kirim ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam," ungkap Afif.

Memang pesanan yang diterima Afif untuk pasar luar negeri tidak sesering biasanya. Setidaknya beberapa bulan sekali dirinya bisa menjual beberapa produknya ke Negeri Jiran. Sebab, rebana sudah menjadi alat musik yang didendangkan di beberapa negara tetangga.

"Penjualan ke Malaysia dan negeri lainnya tidak selalu tapi berapa bulan sekali. Kaya ini juga lagi ada order dari majelis di sana. Dan kebanyakan produk yang diambil itu yang rebana hadroh yang harganya Rp 325.000," tuturnya.

Rebana yang dipatok dengan harga Rp 100.000 hingga Rp 1.500.000 tersebut juga pernah dipesan oleh Dinas Pendidikan di Ngawi dan menjadi pemesanan terbanyak yang pernah ia kerjakan. Kala itu di tahun 2017, Afif bersama karyawannya harus mengerjakan 800 buah rebana yang akan disuplai ke sekolah yang ada di Ngawi.

"Pesanan paling banyak waktu itu dari dinas pendidikan ngawi sekitar sampai 4 truk besar, sekitar 800 pcs untuk disuplai ke sekolah2. Itu selesai proses pengerjaan dalam 2 bulan. Kerjanya ya siang malam," imbuhnya.

Tak hanya rebana, Afif juga mengerjakan bedug dengan ukuran 17-140 cm di workshop miliknya. Ia juga pernah mendapatkan satu orderan bedug dari orang yang gila akan seni dengan harga yang cukup fantastis yaitu Rp 17.000.000

"Ada juga yang beli untuk mengoleksi seperti membeli bedug. Waktu itu ada orang dari Solo yang membeli Rp 17.000.000 hanya untuk dikoleksi saja. Orang-orang tertentu aja sih biasanya karena senang. Bedug iut range harganya Rp 15-60 juta," katanya.

Perjalanan usaha keluarga Afif pun juga tak lepas dari bantuan modal yang diberikan, salah satunya dari Bank BRI. Berkat pinjaman dari BRI kini produksi dari usaha milik keluarganya bisa naik hingga 6 kali lipat.

"Dulu saya pinjam ke BRI untuk pengembangan bisnis sih, untuk pembangunan, ada peningkatan produksi. Dulu kita hanya bisa produksi 4 pcs, sekarang bisa sampai di 18-24 pcs, bisa dihitung lah persentasenya bisa 6 kali lipat lah," pungkasnya.

Perajin lainnya Jihan mengatakan usaha yang dimiliki ayahnya ini mampu menjadi penopang ekonomi keluarga.

"Untuk bisnis ini bisa dibilang sangat menjanjikan ya. Alhamdulillah dapat menopang ekonomi keluarga saya. Sebulan kita bisa distribusi kurang lebih 60 buah. Untuk distribusi kita sudah seluruh Indonesia, ke sebagian wilayah Aceh, Kalimantan, dan sering juga kita kirim ke Merauke." ucap Jihan.

Tak hanya lokal, Jihan juga pernah menjual rebana yang ia produksi hingga pasar internasional. Rebana yang dibuatnya telah sampai ke Timur Tengah. Ia pun sering mengirimkan beberapa rebana ke negara tetangga yaitu Malaysia, dan Brunei Darussalam.

"Alhamdulillah usaha ini pernah mengirimkan beberapa rebana ke Timur Tengah tapi itu lewat orang gitu. Baru-baru ini juga kita kirim ke daerah Selangor, Malaysia dan kerap juga mengirimkan beberapa ke Brunei Darussalam," ungkap Jihan

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.

(mul/mpr)