Round-Up

Serangan Edhy Prabowo ke Susi Pudjiastuti dari Pengadilan

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 06:49 WIB
Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan. Ia tampak menunduk saat tinggalkan gedung KPK.
Edhy Prabowo (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo melancarkan ke Menteri KKP pendahulunya, Susi Pudjiastuti. Perkara yang diributkan adalah soal ekspor benur alias benih lobster.

Edhy menyebut kebijakan era Susi yang melarang ekspor benur membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Edhy juga menyebut benur selalu ada setiap tahun. Serangan dari Edhy ke Susi dilancarkannya dari sidang kasus korupsi.

Sebagaimana diketahui, urusan benur atau benih lobster adalah urusan yang kini dihadapi oleh Edhy di persidangan. Dia menjalani sidang sebagai saksi kasus dugaan suap ekspor benur dengan terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito.

Edhy sendiri juga sudah menyandang status terdakwa dalam kasus suap. Jaksa menyebut Suharjito memberi suap ke Edhy sebesar Rp 2,1 miliar terkait kasus ekspor benur.

Penyelundupan benih lobster (Dony-detikcom)Ilustrasi benih lobster (Dony-detikcom)

Edhy serang Susi

Edhy yang dulu dikenal sebagai politikus Partai Gerindra ini menjelaskan keinginan membuka keran budi daya dan ekspor benur sudah ada sejak ia duduk di DPR. Saat itu, dia melihat kebijakan Menteri KKP sebelumnya, Susi Pudjiastuti, banyak membuat masyarakat kehilangan pekerjaan.

"Pada saat saya Ketua Komisi IV, saya sebagai mitra KKP, Ibu Susi. Banyak masukan masyarakat di pesisir selatan Jawa, kemudian daerah Lombok, Bali, dan Indonesia timur, Sulawesi, dan mereka merasa kehilangan pekerjaan dengan dilaksanakannya Permen KP No 56/2016," kata Edhy secara virtual dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (17/3).

Selanjutnya, Edhy katakan ada kantor Polsek terbakar gara-gara Susi larang ekspor benur:

Simak juga 'KPK Dalami Peran Edhy Prabowo Terkait Rp 52 M yang Disita':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2