Warga Ciledug Bantah Alasan Keluarga Pemasang Pagar Tembok

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 17 Mar 2021 19:34 WIB
Salah satu anak pemilik rumah yang aksesnya ditutup tembok, Acep (Fathan-detikcom)
Salah satu anak pemilik rumah yang aksesnya ditutup tembok, Acep (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Pihak keluarga yang menutup akses keluar-masuk rumah warga Ciledug beralasan mendirikan tembok 2 meter agar tanahnya tidak diserobot. Keluarga yang akses rumahnya dipasangi tembok, Acep Waini Munir (28), membantah akan menjual tanah milik.

"Untuk masalah jual, orang tua kami memang jual, tapi tidak menawarkan. Sempat dijual tapi karena... dia (keluarga Anas Burhan) itu apa ya, memaksakan kami jual (tanah)," kata Acep saat ditemui di rumahnya, Ciledug, Kota Tangerang, Rabu (17/3/2021).

"(Keluarga Anas Burhan) memaksa kami jual (tanah Hadiyanti) ya untuk beli ini lagi dia, memaksa kami suruh jual, gitu. Tanpa, diam-diam dia menyodorkan uang Rp 500 juta," lanjutnya.

Namun Acep mengaku tidak mengingat kapan keluarga Anas Burhan ingin membeli tanah ibunya. Dia hanya mengatakan tanah atas kepemilikan Anas Burhan memang ada di samping rumahnya.

Acep enggan memperlihatkan bukti kepemilikan atau denah sketsa tanah Hadiyanti. Saat diperlihatkan sketsa denah tanah Anas Burhan, Acep mengaku gambarnya kurang dapat dipahami. Dia hanya menegaskan keluarganya tidak menyerobot tanah Anas Burhan.

"(Bukti kepemilikan tanah kami) dipecah empat. Tanah kami suratnya empat. Surat saya empat, empat surat, jadi dipecah-pecah. Kalau memang dipermasalahkan tanah dia di situ, ya silakan dipagar gitu, dipagar saja. Kami nggak memiliki tanah dia, 1 meter pun nggak miliki," kata Acep.

"Iya, memang ada tanah dia (Anas Burhan) di paling belakang (rumah). (Ada) tanah merasa miliknya, memang ada. Memang ada dia, tanah dia paling belakang. Saya nggak merasa ambil sepersen pun, 1 meter pun saya nggak ambil. Kalau ngerasa milikin, oke, siap kami beton gitu aja. Kami pagar," jelasnya.

Acep lalu memperlihatkan batas tanah Anas Burhan dan Hadiyanti yang berada di samping rumahnya. Ketika dilihat, ada dua kolam renang di samping rumah Hadiyanti.

Ada sebuah kawat panjang yang ditaruh di antara kolam renang itu. Acep menjelaskan kawat ini adalah batas kepemilikan tanah Anas Burhan dan Hadiyanti.

Dia lalu menunjukkan dua tanda garis panah di tembok dan sebuah tulisan bertuliskan 'SHM 063 a/n H. Anas Burhan'. Dijelaskan Acep, batas sebelah kiri atau ke sisi ujung arah pemakaman dari tanda garis/kawat adalah tanah milik Anas Burhan. Sedangkan sisi sebelahnya milik Hadiyanti.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat juga Video: Before-After Tembok yang Mengurung Rumah di Ciledug Dihancurkan

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2